MANFAATKAN LIMBAH : Nanda Al Faizah jurusan Fisika, Nurwarrohman Andre Sasongko jurusan Kimia dan Hani Ma’rufah jurusan Fisika di bawah bimbingan Prof Dr Heri Sutanto, SSi, MSi. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
MANFAATKAN LIMBAH : Nanda Al Faizah jurusan Fisika, Nurwarrohman Andre Sasongko jurusan Kimia dan Hani Ma’rufah jurusan Fisika di bawah bimbingan Prof Dr Heri Sutanto, SSi, MSi. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) berhasil menemukan manfaat karat besi menjadi material magnetik nano Fe3O4 sebagai solusi penanganan pencemaran lingkungan oleh limbah karat besi. Seperti apa ?

AFIATI TSALITSATI

ADALAH Nanda Al Faizah jurusan Fisika, Nurwarrohman Andre Sasongko jurusan Kimia dan Hani Ma’rufah jurusan Fisika di bawah bimbingan Prof Dr Heri Sutanto, SSi, MSi berhasil menyulap limbah karat besi atau logam yang selama ini hanya dibuang begitu saja tanpa melihat dampaknya terhadap lingkungan, ternyata bisa menjadi magnetik nano Fe3O4. Semua itu melalui penelitian terkait solusi penanganan pencemaran lingkungan oleh limbah karat besi.

“Bahkan limbah besi seperti atap, bodi mobil, engsel bekas, dan barang-barang yang ada di alam hanya dikumpulkan dan dijual kepada pengepul barang-barang bekas dengan harga jual yang rendah,” tutur Nanda selaku ketua kelompok kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (18/7).

Nanda mengatakan, korosi pada besi (Fe) yang terjadi di alam dapat menghasilkan oksida besi Fe3Oyang merupakan oksida logam paling kuat sifat magnetiknya. Fasa magnetite (Fe3O4) yang terdapat pada besi oksida memiliki sifat magnetik yang baik dan tertinggi dari pada fasa lainnya seperti Fe2O3.

Lebih lanjut, Nanda menjelaskan jika Teknologi-Nano merupakan pembuatan dan penggunaan material pada ukuran yang sangat kecil dimana 1 nanometernya setara dengan 10-9 meter.

Apabila material Fe3O4, kata dia, jika dibuat ukuran nanometer akan mempunyai keistimewaan tersendiri dibanding dengan material makro. Fe3O4 berukuran nano memiliki sifat feromagnetik dan memiliki peluang aplikasi yang luas.

“Salah satu kelebihan magnetik ini yaitu sifat feromagnetiknya mampu mengabsorbsi gelombang elektromagnetik melalui mekanisme kemagnetan, khususnya terhadap atom-atom atau ion-ion logam yang bersifat paramagnetic,” ujarnya.

Salah satu cara untuk mengubah ukuran Fe3Omenjadi ukuran nano Fe3O4  yaitu dengan proses penggilingan atau penggerusan berenergi tinggi atau disebut High Energy Milling (HEM). Rekayasa material nano partikel dengan cara ini mencapai di bawah 10 nm.

Material magnetik nano Fe3O4 memilki nilai jual yang lebih tinggi bila dibandingkan limbah karat besi yang langsung dijual kepada pengepul barang-barang bekas tanpa adanya modifikasi. “Dengan adanya penelitian ini, kami harap dapat mengurangi masalah pencemaran yang disebabkan oleh karat besi,” pungkasnya. (tsa/ida)