Hormati Jasa Para Tokoh Pendahulu

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Ziarah dan tabur bunga ke makam pendiri, tokoh dan ulama Wonosobo menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-193 Kabupaten Wonosobo, Rabu (18/7). Ada 6 makam yang menjadi peristirahatan terakhir para pendiri Wonosobo diziarahi oleh Bupati, Wakil Bupati beserta segenap unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pejabat di lingkup Pemkab Wonosobo.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Wonosobo Didik Wibawanto mengatakan, ada 6 kelompok yang masing-masing berziarah ke makam Tumenggung Jogonegoro di Pakuncen, Selomerto, makam Tumenggung Selomanik di Kaliwiro, dan makam Bupati Mangunkusumo, di Ketinggring, Kecamatan Wonosobo.

“Tiga makam lainnya, yang juga diziarahi, berturut-turut adalah makam KH Muntaha di Desa Deroduwur, Mojotengah, KH Asmorosufi di Sapuran, dan makam H Abdul Fatah di Desa Tegalgot, Kepil,” katanya.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo saat memimpin ziarah di makam KH Muntaha menyampaikan, kegiatan ziarah makam tersebut merupakan tradisi tahunan menjelang digelarnya peringatan Hari Jadi Wonosobo. Selain untuk mendoakan arwah para pendiri, ziarah makam tersebut juga dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan generasi penerus, akan keberadaan makam-makam penting bagi Wonosobo.

“Acara ini juga merupakan salah satu wujud penghormatan atas jasa-jasa dan pengorbanan para pendahulu, sebab jika masyarakat menghormati para pendahulunya maka generasi di masa depan juga akan menghormati generasi saat ini,” katanya.

Di hadapan rombongan peziarah, Bupati meminta agar ziarah ini tidak hanya sebatas jadi kegiatan seremonial semata, melainkan harus benar-benar diresapi maknanya untuk menumbuhkan semangat dan motivasi dalam membangun KabupatenWonosobo ke depan.

Sementara untuk ziarah Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Setjonegoro, atau yang juga dikenal dengan nama Muhammad Ngarpah dan istrinya, R Ay T Setjonegoro di pemakaman umum Dusun Kauman, Desa Payaman Magelang akan dilaksanakan Kamis (19/7) ini. (ali/ton)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -