Berkah Api Abadi, Harapkan Atlet Semarang Berjaya

Asian Games 2018

1204
ARAK API MRAPEN : Legenda tenis Indonesia Yustedjo Tarik membawa tinder box berisi api abadi Mrapen Grobogan, foto bareng dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. (Kanan) Legenda tenis Indonesia Yayuk Basuki mengarak api abadi dari Mrapen Grobogan Jateng untuk diestafetkan kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, di Balaikota Semarang, Rabu (18/7). (ADITYO DWI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
ARAK API MRAPEN : Legenda tenis Indonesia Yustedjo Tarik membawa tinder box berisi api abadi Mrapen Grobogan, foto bareng dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. (Kanan) Legenda tenis Indonesia Yayuk Basuki mengarak api abadi dari Mrapen Grobogan Jateng untuk diestafetkan kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, di Balaikota Semarang, Rabu (18/7). (ADITYO DWI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Warga Semarang patut berbangga, kotanya menjadi salah satu kota dari 53 daerah yang dilalui Torch Relay atau kirab obor Asian Games 2018. Ratusan warga Semarang pun antusias melihat arakan api abadi yang berasal dari Mrapen, Jawa Tengah, Rabu (18/9).

Api tersebut disimpan dalam Thinder Box untuk diarak mulai dari Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang menuju Balaikota Semarang. Dalam perjalanannya, api abadi tersebut kemudian diserahkan mantan petenis Indonesia Yustedjo Tarik kepada mantan atlet tenis Indonesia, Yayuk Basuki untuk dibawa menuju Simpang Lima, melewati Jalan Gajahmada, melalui Jalan Depok hingga Jalan Pemuda tepatnya di halaman Balaikota Semarang untuk diserahkan kepada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Tahun ini, merupakan kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan pesta olahraga Asian Games 2018. Dalam kesempatan ini, Yayuk Basuki berharap, Indonesia dapat mengoptimalkan prestasi para atlet supaya menjadi juara sehingga dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia. “Asian Games yang kedua kalinya digelar di Indonesia ini, semoga dapat diperjuangkan sebaik-baiknya. Hidup mati di lapangan, demi nama baik bangsa kita,” tegasnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sumringah kala menerima obor Api Abadi Mrapen. Hendi, sapaan akrabnya mengaku mendapatkan kehormatan bagi Kota Semarang menjadi salah satu kota yang disinggahi Torch Relay Asian Games 2018. Hendi mengatakan, Api Abadi tersebut menjadi simbol semangat sportivitas bagi para atlet yang berjuang di Asian Games 2018.

Hendi menyampaikan, dirinya mewakili masyarakat Kota Semarang berharap agar gelaran Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang nantinya dapat berjalan sukses dan lancar. Ia juga berharap kepada para atlet yang berjuang supaya dapat memperoleh prestasi juara. “Kami doakan agar Asian Games 2018 dapat berjalan sukses dan lancar terutama bagi para atlet dapat berjuang memperoleh prestasi juara,” sambungnya.

Selain itu, Hendi juga mendapat semangat dengan hadirnya api abadi Mrapen mengingat pada tahun ini akan digelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tingkat Jateng. Diharapkan, ajang tersebut bisa dihadapi para atlet Kota Semarang dengan semangat api obor Asian Games. “Mudah-mudahan, pada tingkat Asian Games, Indonesia tercapai target perolehan prestasinya dan pada tingkat Porprov Jateng, Kota Semarang kembali menjadi juara umum,” jelasnya.

Sementara Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengharapkan pelaksanaan Indonesia dapat menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang baik. Supriyadi juga menyampaikan dukungannya kepada seluruh atlet yang berasal dari Semarang saat bertanding pada ajang olahraga empat tahunan yang akan berlangsung mulai 18 Agustus – 2 September 2018 mendatang. Asian Games 2018 ini diikuti sedikitnya 15 ribu atlet dari 45 negara di Asia. “Kami semua harus memberikan support dalam hal apapun. Utamanya pelaksanaan Asian Games ini lancar dan para atlet Indonesia supaya bisa meraih prestasi terbaiknya,” pungkasnya.

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani dalam acara pengambilan Api Abadi Mrapen, di Desa Manggarmas, Grobogan kemarin, mengatakan, momen Asian Games yang akan dibuka 18 Agustus 2018 di Gelora Bung Karno Jakarta, menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk memperkenalkan wisata dan UKM Indonesia. Sedikitnya, akan ada 5 miliar mata dari seluruh dunia menyaksikan helatan akbar ini.

Menurut laporan yang ia terima, hingga kini sudah ada 16.000 orang dari 45 negara yang akan hadir ke Indonesia. Tentu, mereka akan keliling Indonesia untuk menikmati keindahan alam dan kuliner. ”Untuk Jateng, saya harap bisa menampung dan menerima kunjungan wisatawan,” harapnya.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan Jateng akan pol-polan memberikan dukungan demi kesuksesan gelaran ini. Ganjar mengajak untuk menyemarakkan gelaran ini di semua lini, baik di kampung-kampung, desa, BUMN, BUMD, hingga RT dan RW, dia minta untuk membuat acara yang semarak. ”Asian Games harus menggelora dimana-mana. Jangan sampai kalah dengan piala dunia kemarin,” ujarnya.

Ia berharap, Asian Games akan mencapai kesuksesan dalam penyelenggaraan maupun prestasi. Harapan Ganjar beralasan karena Indonesia memiliki atlet-atlet tangguh yang bahkan sudah mengguncang dunia. Sebut saja Lalu Muhammad Zohri yang belum lama ini membanjiri media sosial maupun media mainstream karena menjadi juara dunia lari. Di Grobogan, juga ada Aries Susanti, perempuan juara panjat tebing dunia yang mengalahkan Rusia. ”Tentu masih banyak lagi. Semangat api abadi ini saya harap bisa mengobarkan api semangat para atlet dan mencapai prestasi,” harapnya.

Api abadi Mrapen tersebut kemudian dibawa menuju Prambanan Jogjakarta untuk disatukan dengan api abadi dari New Delhi India selaku penyelenggara Asian Games pertama. Setelah upacara penyatuan api abadi Asian Games ini, Torch Relay akan terus diarak keliling Indonesia mengelilingi 53 kota hingga berakhir di Palembang dan Jakarta. (tsa/sga/ida)