33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

10 Tahun Hidup di Atas Rob

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sekitar 100 lebih warga Kota Pekalongan mengadu ke DPRD Jateng. Mereka meminta agar ada penyelesaian terkait dengan penanggulangan rob terutama di Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat. Sebab, sudah bertahun-tahun rob selalu melanda. Bahkan di 2018 ini, 6.000 jiwa menjadi korban. Warga berharap ada pembangunan 130 meter sand bag atau karung pasir di daerah Bandengan-Kandang Panjang.

“Sepuluh tahun anak-anak kami hidup di atas genangan rob. Ini sungguh menyakitkan dan kami tak bisa berbuat banyak,” kata perwakilan masyarakat Kota Pekalongan, Yusuf saat bertemu dengan Wali Kota Pekalongan dan Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman.

Ia tak menampik, jika sejumlah tanggul dan karung pasir sudah dibangun di sejumlah titik. Tetapi, nyatanya keberadaanya tak maksimal karena memang lokasinya bukan di sumber utama penyebab rob. Harusnya, pemerintah membangun tanggul di kawasan Bandengan-Kandang Panjang yang merupakan sumber masuknya air laut. “Kondisinya sangat parah, bahkan makam di desa kami sudah hilang. Sekolah juga banyak yang tenggelam sampai satu meter,” ujarnya.

Warga mengaku sudah mengadu ke Wali Kota Pekalongan serta DPRD Pekalongan. Tetapi masih belum ada progres dan terkesan didiamkan. Warga juga sudah menghitung biaya pembuatan karung pasir sepanjang 1.300 meter di daerah Bandengan-Kandang Panjang. “Sudah dihitung membutuhkan anggaran Rp 5 miliar. Kami berharap itu dibangun agar rob bisa diatasi secepatnya,” tandasnya.

Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfudz tidak menampik persoalan rob sangat kompleks. Ia juga mengakui sejumlah pembangunan tanggul tidak tepat sasaran. Kondisi itu membuat rob tak teratasi dan justru semakin parah. “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Tapi beberapa tanggul tidak pas pembangunannya,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman mengatakan komitmennya untuk memperjuangkan masyarakat Kota Pekalongan. Ia meminta agar ke depan tak ada saling lempar tanggung jawab terkait dengan penyelesaian rob. Sebab, kondisinya sudah sangat parah dan membutuhkan komitmen bareng untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Ini persoalan serius, jadi pemerintah pusat, provinsi dan daerah harus satu suara untuk menyelesaikan rob tersebut,” katanya. (fth)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Butuh Komitmen Berhenti Merokok

SEMARANG - Banyaknya masyarakat yang masih mengkonsumsi rokok menjadi perhatian serius Pemprov Jateng. Sebab, sudah banyak kasus jika asap rokok bisa memicu berbagai penyakit. Meski...

Tantangan Mengajar IPS Terpadu

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) selama ini di jenjang SMP dilaksanakan secara terpadu, atau disebut IPS terpadu. Perpaduan antara sejarah, ekonomi, antropologi, dan geografi....

141 Mahasiswa Berlatih di Akmil

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Sebanyak 141 mahasiswa dari 25 perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia mengikuti latihan kepemimpinan dan bela negara di Akademi Militer (Akmil)...

Belajar IPS Bersama Bumeri CS

RADARSEMARANG.COM - BUMERI dalam tulisan ini adalah singkatan dari Budaya Meringkas. Belajar IPS bersama Bumeri artinya budaya meringkas dipakai sebagai salah satu strategi untuk...

Dua Rumah Ludes Terbakar

DEMAK-Dua rumah warga di Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, ludes terbakar. Rumah tersebut milik Rukayah, 60, dan David, 22, warga Dukuh Prigi RT 3 RW...

Jalur Kaligawe-Sayung Banjir dan Macet 

SEMARANG-Banjir menggenang sepanjang jalan nasional, Jalan Kaligawe Kota Semarang-Sayung Kabupaten Demak, Jumat (1/12) kemarin. Akibat hujan deras mengguyur wilayah Jateng, termasuk Kota Semarang dan...