SMA N 6 Tegaskan Tak Wajibkan Beli Seragam

190
Ilustrasi: JawaPos.com
Ilustrasi: JawaPos.com

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kepala SMA N 6 Semarang, Lukita Yuniati menegaskan jika pihak sekolah tidak mewajibkan orang tua siswa untuk membeli seragam di koperasi sekolah.

Ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kantornya, Lukita mengatakan jika pihak sekolah membebaskan orang tua siswa untuk membeli seragam dimanapun. “Tidak ada anjuran atau imbauan, kami membebaskan orang tua siswa untuk membeli seragam dimanapun,” tegasnya.

Terkait pemberitaan Jawa Pos Radar Semarang sebelumnya, Lukita menjelaskan selebaran terkait seragam dilakukan lantaran banyak orang tua siswa yang menanyakan terkait seragam kepada guru. Sehingga pihak sekolah memutuskan untuk menyebar brosur atau selebaran ketika daftar ulang pada Kamis dan Jumat lalu. “Itu dijawab dengan lisan, karenanya kami menyebar brosur, agar lebih memudahkan, namun itu bukanlah hal yang wajib dibeli di sekolahan,” terangnya.

Menurut dia, tidak ada kekisruhan dari orang tua siswa terkait selebaran tersebut. Bahkan dirinya berdalih harga seragam yang ada tidak semahal yang dibayangkan. “Mungkin itu kebingungan orang tua siswa saja, terkait harga menyesuaikan ukuran, biaya total Rp 1,7 juta tersebut untuk bahan seragam ukuran XXL, dan dibandingkan yang lainnya lebih murah,” ucapnya.

Pada hari pertama sekolah Senin (16/7) pagi, orang tua siswa memang diminta datang kesekolah untuk mengantarkan anaknya. Pada hari itu juga banyak orang tua siswa yang datang ke koperasi sekolah untuk menanyakan terkait seragam sekolah. “Mungkin karena terlalu ramai dan koperasinya kecil, sehingga harus antre. Tapi bukan kisruh dan tidak ada masalah,” tegasnya.

Sementara itu Chandra, salah satu orang tua siswa menuturkan jika dirinya memilih membeli seragam disekolah karena lebih murah. Keputusannya untuk membeli di sekolah pun diambil tanpa paksaan dari pihak sekolah. “Saya beli di koperasi karena lebih murah, total biaya yang saya keluarkam sekitar Rp 1,5 juta untuk ukuran L, itu sudah lengkap degan atribut, kaos olahraga dan training,” jelasnya.(den/zal)