33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

SDN Plalangan 3 Hanya Menerima 3 Siswa

Sejumlah SDN Kurang Siswa

Another

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kota Semarang diketahui kekurangan siswa didik dari jumlah kuota siswa baru yang diterima. Menurut informasi yang dihimpun tidak hanya SD di pinggiran saja yang mengalami kekurangan siswa, ada juga SD di tengah kota.

SD Negeri Petompon 3 misalnya, dari kuota siswa baru 28 anak, saat ini hanya ada 13 siswa baru saja yang diterima. SD Negeri Mangungharjo Tugu pun hanya menerima 13 siswa dari kuota yang ada. Nasib serupa dialami SD Karang Kidul yang hanya menerima 8 siswa baru. SD Plalangan 3 lebih parah, yang hanya menerima 3 siswa. Sedangkan  SD Kandri 2 hanya menerima 12 siswa baru, dan SD Ngaliyan 04 Semarang tersedia 26 kursi, tetapi jumlah pendaftarnya hanya 14 anak.

Panitia PPD SDN Mangunharjo Tugu, Muhammad Amin, mengaku, jika sekolah yang berada di wilayah paling utara Kecamatan Tugu ini, hampir setiap tahun ajaran baru kekuragan kuota. Tahun ini, sekolah tersebut hanya menerima 13 siswa didik dari pendaftaran online.

“Kalau yang online ada 13 siswa yang diterima, memang kuotanya kurang, sehingga kami melakukan konsultasi dengan pihak UPTD Kecamatan,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (17/7) kemarin.

Ia menerangkan, untuk memenuhi kuota, pihak sekolah melalui persetujuan dinas tetap menerima siswa didik baru secara offline pada hari terakhir pengumuman. Meski begitu, minat masyarakat untuk mendaftarkan putra-putrinya ke sekolah ini cukup rendah. “Kalau yang offline, nambah dua siswa. Masih kekurangan kuota. Tapi,  berapapun siswanya, kami tetap melaksanakan kegiatan belajar-mengajar (KBM) secara semestinya,” ucapnya.

Pihaknya menambahkan, kekurangan kuota tersebut dikarenakan kondisi kampung Manghunharjo yang anak usia sekolahnya cukup sedikit. Selain itu orang tua siswa lebih memilih menyekolahkan anak mereka ke sekolah swasta yakni Madrasah Ibtidaiyah. Padahal pihak sekolah telah mencoba menarik siswa dengan berbagai ekstrakulikuler yang tidak ada disekolah lainnya.“Banyak yang memilih MI karena sebelumnya sekolah TK di MI tersebut, selain itu SD kami letaknya jauh di paling utara, jadi orang tua lebih memilih sekolah yang dekat rumah,” paparnya.

SDN Podorejo 03 Ngaliyan pada tahun ajaran ini menerima sebanyak 19 siswa dari kuota 26 siswa, ditambah 2 siswa tidak naik kelas. Sehingga total siswa kelas 1 sebanyak 21 anak.

Akibat adanya sistem zonasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, sekolah hanya mampu menerima 15 siswa yang lulus seleksi data dari pihak dinas, sisanya pendaftaran offline.

Selain sistem zonasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, SDN  Podorejo 03 yang lokasinya relatif jauh juga menjadi pertimbangan bagi orangtua siswa untuk lebih memilih memasukkan anaknya ke sekolah yang lokasinya lebih dekat dengan rumah.

“Wilayah Podorejo ini sangat luas, juga terdapat 4 SD. Sehingga orangtua siswa memilih sekolah yang lokasinya lebih dekat,” kata Siswanto, ketua panitia penerimaan peserta didik baru.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, mengaku sedang menyoroti beberapa sekolah SD yang kekurangan siswa, dengan mempertimbangkan penggabungan sekolah atau merger.  “Sekolah yang kekurangan siswa ini karena  faktor geografis dan demografisnya, bisa jadi memang tidak ada anak usia sekolah,” katanya.

Ia menjelaskan jika kebijakan merger ataupun penggabungan sekolah tidak bisa dilakukan secara sembarangan, harus melalui kajian yang mendalam dan komperhensif. Selain itu juga mempertimbangkan jarak rumah siswa dengan sekolah. “Melalui kajian ini bisa diketahui bagaimana kebutuhannya misalnya mempertimbangkan faktor kedekatan, disini Disdik harus lebih selektif dalam pemberian izin pendirian sekolah baru,” tuturnya. (den/mg15/aro)

Latest News

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

More Articles Like This

Must Read

Ibu Gendong Bayi Dijambret, Terekam CCTV

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebuah peristiwa kejahatan dengan modus penjambretan terjadi di Jalan Badak III Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Minggu (22/7) pagi. Korbannya seorang...

Seleksi Perangkat Tertunda dan Pembangunan Stagnan

DEMAK-Kapolres Demak, AKBP Sonny Irawan merasa prihatin dengan kondisi dan situasi politik di Demak. Sebab, selain dihadapkan pada persoalan terkait penundaan seleksi perangkat desa...

Peras Kades, 3 Oknum Wartawan Dipolisikan 

BATANG - Tiga orang yang mengaku wartawan dari media tabloid mingguan Mitra Pos, digelandang ke Sat Reskrim Polres Batang. Mereka di bawah oleh perkumpulan...

Sudirman Akhirnya Maju Caleg

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Gagal di Pilgub Jateng, Sudirman Said memutuskan untuk bertarung dalam Pileg 2019 mendatang. Sudirman Said bergabung dengan Partai Gerindra dan maju...

Peragakan 10 Adegan, Didik Menangis

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Penyidikan kasus pembunuhan terhadap Fitri Anggraeni, 23 yang mayatnya dicor di kamar mandi masih berlanjut. Jumat (2/3) kemarin, tim penyidik Satreskrim...

Pancasila Bisa Jadi Jalan Tengah

SEMARANG - Masih terbukanya kajian tentang dasar ontologis Pancasila yaitu konsep tentang manusia, membuat ketidakseimbangan antara individualitas dan sosialitas manusia. Permasalahan tersebut mengemuka karena...