Komisi B Pastikan Pasar Kaliwungu Segera Dibangun

235
SIDAK: Komisi BDPRD Kendal saat melakukan peninjauan terhadap kondisi Pasar Pagi Kaliwungu yang terbakar Agustus 2017 lalu. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK: Komisi BDPRD Kendal saat melakukan peninjauan terhadap kondisi Pasar Pagi Kaliwungu yang terbakar Agustus 2017 lalu. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Pasar Pagi Kaliwungu yang terbakar Agustus 2017 lalu akan segera dibangun. Pembangunan itu setelah Komisi B DPRD Kendal menyetujui usulan dari Pemkab Kendal untuk membangun pasar seluas 3.300 meter persegi menggunakan APBD Kendal.

Sekretaris Komiisi B DPRP Kendal, Syamsul Huda mengatakan pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu belum bisa permanen. Nantinya pembangunan masih berupa lapak knock down atau lapak bongkar pasang.

“Belum bisa permanen, karena anggaran daerah belum mampu. Sehingga akan dibangun lapak bongkar pasang untuk memudahkan nantinya jika pasar dibangun secara permanen,” kata Syamsul saat melalukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pagi Kaliwungu, kemarin (17/7).

Diungkapkannya, meski pembangunan pasar masih berupa lapak bongkar pasang tapi anggaran yang digelontorkan cukuplah besar. Yakni menggunakan APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 1,6 miliar. “Itu anggaran akan diajukan dalam APBD perubahan, semoga bisa segera bisa terealisasi sehingga pedagang bisa berjualan normal sedia kala,” tuturnya.

Lapak bongkar pasang itu rencananya akan dibangun di lokasi tepat bekas kebakaran. Dibangun tidak permanen agar memudahkan jika anggaran pembangunan pasar dari pusat turun. “Sebelum dibangun sisa puing-puing bangunan yang terbakar akan dibersihkan terlebih dahulu,” tambahnya,

Selain itu, pasar rencananya akan diurug untuk tujuan ditinggikan. Sehingga tidak banjir saat musim penghujan. “Harapannya bisa segera terealisasi, sehingga para pedagang bisa mendapatkan kepastian untuk mereka berjualan seperti sedia kala,” imbuhnya.

Saat ini para pedagang yang lapaknya terbakar berjualan di lokasi parkir pasar. Yakni yang berada di sisi barat pasar dan sisi utara atau depan pasar. Mereka membangun lapak secara mandiri. Sementara ini atas kebijakan Bupati Kendal, Mirna Annisa para pedagang tidak dipungut retribusi pasar. Kebijakan tersebut berlaku sampai pasar dibanguan atau pedagang menempati lapaknya.

Kepala Dinas Pasar, Sykuron Samsul Hadi pembangunan lapak sementara tersebut berdasarkan kesepakatan bersama antara Pemkab Kendal dengan perwakilan Asosiasi Pedagang Pasar Kaliwungu beberapa waktu lalu. “Awal Juli 2018 lalu kami sudah mulai rapat bersama perwakilan pedagang dan sudah ada kesepakatan untuk relokasi di lahan bekas pasar yang terbakar,” jelasnya.

Syukron menerangkan jika jumlah kios dan los sebanyak yang terbakar ada 567 unit. Dengan jumlah pedagang sekitar 900 orang. Sedangkan untuk pembangunan pasar yang permanen, anggaran yang diajukan sudah masuk dalam Sistem Informasi Manajemen Penyelarasan (Simlaras) di Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Kementrian Perdagangan sebesar Rp 50 miliar rupiah.

“Kami berharap 2019 sudah ditetapkan Bappenas, sehingga bisa pasar Pagi Kaliwungu yang permanen bisa segera dibangun. Kami akan nterus berkomunikasi dengan pemerintah pusat supaya anggaran yang diajukan segera ditetapkan,” katanya.  (adv/bud/bas)