Kapolri Apresiasi Masyarakat Pekalongan

371
SILATURAHMI  :  Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi Gubernur Jawa Tengah, Kapolda dan Pangdam saat menggelar perayaan HUT Polri ke 72 di Kanzus Shalawat Kota Pekalongan, Selasa (17/7). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SILATURAHMI  :  Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi Gubernur Jawa Tengah, Kapolda dan Pangdam saat menggelar perayaan HUT Polri ke 72 di Kanzus Shalawat Kota Pekalongan, Selasa (17/7). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian sangat bangga, Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara diperingati oleh masyarakat. Utamanya masyarakat Pekalongan. Hal tersebut, juga berkat inisiatif Habib Lutfi bin Yahya pimpinan Thriqoh Jatman. Hal tersebut disampaikan Tribrata 1, saat menghadiri HUT Polri yang digelar di Kanzus Shalawat, Selasa (17/7).

“Sejak setahun kemarin baru kali ini, saya hadir lagi di Kota Pekalongan, tepatnya di Habib Luthfi. Tentunya saya sangat senang sekali, saat ditanya Habib, apakah perayaan HUT Polri boleh dirayakan masyarakat, tentunya kami sangat bangga dan terharu,” ucap Jenderal Tito.

Kapolri juga menyampaikan ucapan terima kasih pada jajarannya dan masyarakat, karena banyak sekali agenda risiko tinggi dan rawan seperti Lebaran, Pilkada, dan khususnya di Jawa Tengah yang tetap, tenang, aman.

“Kami berterima kasih pada masyarakat Jawa Tengah bisa tercipta situasi dan kondisi adem (sejuk), ayem (aman) sehingga bisa menjadi contoh di daerah lain. Kami berharap pada masyarakat yang semula berbeda pendapat dan pilihan pada pilkada agar kembali memberikan kesempatan pada pemimpin terpilih untuk bekerja  dan memikirkan rakyatnya,” katanya.

Ulama kharismatik Habib Lutfie bin Ali Yahya mengatakan agar masyarakat Indonesia harus terus menjaga NKRI sampai kapanpun. Karena dengan teguhnya persatuan dan kesatuan, maka bangsa ini tidak akan mudah dipecah belah baik oleh bangsa sendiri maupun bangsa lain

“NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah harga mati, dan kita harus terus mempertahankannya,” tandasnya. (han/zal)