33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Sistem Zonasi Harus Diimbangi Pemerataan Fasilitas

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Sekolah-sekolah pinggiran tidak disentuh, sehingga sangat wajar ketika orang tua dan anak mengidolakan sekolah di satuan pendidikan yang baik fasilitasnya.

Tukiman Taruno
Pemerhati Pendidikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD Kota Semarang mengimbau Pemerintah Kota Semarang untuk memenuhi fasilitas di seluruh sekolah negeri. Hal ini menyusul dengan penetapan sistem zonasi sebagai upaya pemerataan mutu pendidikan, sehingga nantinya anak pandai tidak menumpuk pada satu satuan pendidikan namun tersebar dan tidak ada lagi sekolah favorit.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wiwin Subiono usai diskusi bertajuk Sekolah Untuk Rakyat. Diskusi dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin dan Pemerhati Pendidikan Tukiman Taruna. Menurutnya, satuan pendidikan di Kota Semarang harus memiliki fasilitas yang sama dan merata.

“Karena untuk pendidikan ini tidak hanya terpusat di salah satu sekolah saja. Kalau terpusat itu juga nanti yang lain akan ketinggalan,” ungkap Wiwin kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (16/7).

Legislator dari Fraksi Demokrat ini menegaskan, Dinas Pendidikan harus memperhatikan fasilitas di sekolah-sekolah. Dalam artian, sekolah yang sebelumnya disebut sebagai sekolah pinggiran harus diperbaiki dan dikembangkan sehingga tidak lagi ada keistimewaan yang terpusat pada satu sekolah saja.

Meski demikian, Wiwin juga mengimbau kepada orang tua dan peserta didik untuk berhenti menganggap anaknya tidak bisa sekolah di satuan pendidikan favorit. Melainkan bersama-sama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Semarang. Sebab, penerapan sistem zonasi juga akan berpengaruh pada banyak aspek. Salah satunya adalah mengatasi kemacetan.

“Memang ini keluhan-keluhan dari orang tua maupun peserta didik, mestinya anaknya bisa masuk ke sekolah favorit, sekarang harus di pinggiran. Tetapi perlu diketahui kalau sudah tidak ada lagi sekolah favorit. Kita berharap, seluruh SMP di kota ini harus disamakan fasilitasnya,” tegasnya.

Pemerhati Pendidikan Tukiman Taruno mengamini hal tersebut. Bahkan, Taruno menilai bahwa pemerintah cenderung kurang adil untuk mengatasi masalah pemerataan fasilitas sekolah. Kebijakan pemerintah saat ini cenderung memperbaiki yang sudah baik tetapi meninggalkan yang belum baik.”Sekolah-sekolah pinggiran tidak disentuh, sehingga sangat wajar kemudian orang tua dan anak mengidolakan sekolah di satuan pendidikan yang baik fasilitasnya,” katanya.

Taruno yang juga anggota Dewan Pendidikan ini mengatakan model sekolah favorit, justru menjadi jebakan batman untuk pemerintah sendiri. Menurutnya, hal ini yang mengakibatkan timbulnya gengsi pada orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah yang dianggap tidak favorit.”Pemerintah harus memperhatikan betul. Ngapik-apik barang sing wis apik itu kan gampang. Tetapi memperbaiki yang sedang maju itu memang banyak tantangan dan perlu kerja keras,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin menjelaskan pihaknya akan memberikan fasilitas dan mendukung segtiap keperluan operasional pada seluruh satuan pendidikan di Kota Semarang. Namun demikian, Bunyamin mengklaim saat ini sekolah yang disebut pinggiran mulai berlomba-lomba dan menyaingi sekolah yang dianggap favorit.

“Bukti riilnya saat ini adalah banyak sekolah-sekolah pinggiran mulai berlomba-lomba untuk menjadi juara,” pungkasnya. (tsa/zal)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hotel Dafam Pekalongan Gelar Kartini Hebat

PEKALONGAN - Setiap perempuan dalam setiap keluarga adalah seorang Kartini. Karena itu, perempuan yang selalu menjaga keseimbangan, menjaga anak dan mendukung suaminya, juga bagian...

Pedagang Binaan Alfamart Dikembalikan ke Jakarta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Setelah libur pada Lebaran Idul Fitri 1349 H, sebanyak 297 pedagang warung binaan Alfamart diberangkatkan kembali ke Jakarta menggunakan moda transportasi bus dari...

Mahir Menari dan Bermain Basket

WINA Anindya, gadis berparas cantik kelahiran Temanggung 15 Agustus 1998 ini adalah mahasiswi jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) 2016. Dara...

Mako Polres Tunjukkan Identitas Daerah

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Mako Polres Wonosobo akan segera dibangun. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapoda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Rabu...

PDIP dan Gerindra Minta Tunda Seleksi Perangkat Desa

DEMAK-DPC PDI Perjuangan dan DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak meminta Pemkab Demak untuk menunda pelaksanaan seleksi perangkat desa. Penundaan diperlukan untuk menyelaraskan aturan yang...

Menpora Awali Pembangunan Sport Center IAIN

SALATIGA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meletakkan batu pertama pembangunan sport center Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, bertepatan dengan peringatan...