Showroom Dekranasda Sepi Pengunjung

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANGDeretan baju dan kain batik langsung terhampar di depan mata, saat langkah kaki koran Jawa Pos Radar Semarang memasuki lantai 1 gedung Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, di Jalan Pahlawan, akhir pekan lalu.

 Beragam kain, baju, selendang dan syal batik hasil pengrajin batik dari Solo, Pekalongan,Sragen, Rembang, Pati, Brebes, Semarang, Kendal dan Jepara, memanjakan para pecinta batik. Namun, ”padatnya” koleksi batik di showroom galeri Dinperindag Provinsi Jawa Tengah tersebut, berbanding terbalik dengan jumlah pengunjung.

“Tidak terlalu ramai. Sehari, rata-rata 5 orang. Kalau pas ada rapat dinas sekitar 10an orang berkunjung ke sini, ucap Yulia, petugas jaga showroom kepada koran ini.

Lokasinya yang berada di dalam kantor Dinperindag, membuat orang tidak mengetahui ada galeri kerajinan dari berbagai daerah di Jawa Tengah. “Saya kebetulan pas ada keperluan di Dinperindag, baru tahu ada galeri ini untuk umum,” kata Rahayu, salah satu pengunjung yang ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Rahayu menyarankan agar Dinperindag Provinsi Jawa Tengah lebih aktif menyosialisasikan keberadaan galeri tersebut. “Eman-eman kalau nggak gencar dipromosikan. Barang-barangnya bagus, harga terjangkau, dan lokasinya juga strategis.”

Harga yang ditawarkan di showroom Dinperindag, relatif bersaing Yulia mencontohkan,harga batik tulis dibanderol dengan harga termurah Rp 150 ribu hingga Rp 9 juta.

Tak hanya kain dan baju batik, di showroom Dinperindag, pengunjung juga mendapatkan beragam hasil kerajinan lainnya, seperti furnitur, sepatu kulit, dompet kulit,gelang kesehatan hingga guci produksi pengrajin Banjarnegara. “Itu yang furnitur replika motorHarley harganya Rp 13 jutabikinan pengrajin dari Boyolali,” tunjuk Yulia ke arah sebuahHarley tiruan yang terbuat dari kayu jati.

Beragam koleksi yang dipajang di showroom Dinperindag, merupakan titipan dari para pengrajin dengan sistem konsinyasi. Galeri yang berada tak jauh dari kantor gubernuran itu beroperasi pada jam kerja mulai  Senin hingga Jumat. (ae1/svc)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -