33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Pendaftar Sekolah Negeri Menurun Drastis

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Jumlah siswa yang mendaftar di sekolah negeri, termasuk di SMPN 1 Demak menurun drastis. Bila tahun lalu yang mendaftar bisa mencapai 600 siswa, maka pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kali ini hanya sekitar 400-an siswa. Sedangkan, yang diterima sebanyak 308 siswa.

Menurunnya jumlah pendaftar tersebut akibat sistem zonasi. Siswa yang diluar zona memilih mendaftar di sekolah lain termasuk di sekolah swasta. Kepala SMPN 1 Demak, Purwadi mengatakan, sebelum ada zonasi, siswa dari luar banyak yang mendaftar.

Namun, sekarang mereka kalah bersaing dengan siswa yang dekat dengan sekolah karena sistem zonasi tersebut. Sebab, siswa yang masuk zonasi I ada nilai 10 atau 100. Sedangkan, siswa dalam zonasi II dapat tambahan nilai 7,5 atau 75. “Ini juga berdampak pada prestasi siswa,” katanya disela mendampingi para siswa baru yang menjalani orientasi disekolah yang dipimpinnya kemarin.

Orientasi siswa di SMPN 1 Demak dijalankan dengan penuh kegembiraan. Misalnya, para siswa diminta untuk menemui guru satu persatu, dicatat dan dikenali baik baik. Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Demak, Anjar Gunadi menambahkan, PPDB dengan sistem zonasi secara umum berjalan lancar. Meski demikian, ada beberapa sekolah yang kekurangan siswa. “Ini terjadi karena input siswa lulusan SD dari zonasi yang ada terbatas,” katanya. (hib/bas)

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Beri Informasi Rekam Jejak CHA

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Empat hakim di pengadilan Semarang lolos seleksi administrasi calon hakim agung (CHA) di Komisi Yudisial (KY). Seleksi hakim ini dilakukan untuk...

Papan Tengah Masih Sengit

SEMARANG – Tiga tim dari Grup 4 yaitu Persipur Purwodadi, Sragen United dan PPSM Magelang bakal bertarung sengit di laga terakhir Liga 2 untuk...

Pengendara Motor Tewas Hantam Pembatas

SEMARANG – Seorang pengendara tewas setelah menghantam pembatas jalan di kawasan Jalan Sriwijaya, tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Rabu (23/8) dini hari. Pengendara...

BPR BKK Kendal Luncurkan Kredit Sanitasi

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal terus berupaya menuntaskan program jambanisasi, agar warganya tidak buang air besar (BAB) sembarangan. Salah satunya melalui kredit...

Ajak Mahasiswa Kembangkan Potensi Diri

RADARSEMARANG.COM - Pak Olan, nama sapaan dari Kastolani ini cukup populer di kalangan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Mulai dari office boy,...

Karyanya Laku Rp 75 Juta, Ingin Buang Persepsi Keris Klenik

BUKAN KLENIK : Heru Susilarto menunjukkan salah satu keris buatannya.(MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU) Salah satu perajin keris terbaik di Indonesia ternyata berasal dari Kabupaten...