Pemkab Siapkan 500 Tangki Air Bersih

Pemkab Demak Siap Hadapi Kemarau dan Kekeringan

225
KOORDINASI: Bupati Demak HM Natsir memberikan arahan saat rakor menghadapi musim kemarau di Kantor BPBD, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOORDINASI: Bupati Demak HM Natsir memberikan arahan saat rakor menghadapi musim kemarau di Kantor BPBD, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Pemkab Demak bersiap menghadapi musim kemarau dan kekeringan. Diantaranya, telah menyiapkan sebanyak 500 tangki air bersih untuk membantu warga. Dengan rincian, dari anggaran APBD Demak untuk 250 tangki, Pemprov Jateng 100 tangki dan dari BNPB lebih dari 100 tangki.

Droping air bersih ini nantinya akan dilakukan sesuai dengan permintaan dan kebutuhan desa yang mengajukan bantuan. Bupati Demak HM Natsir mengatakan, Pemkab Demak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengambil langkah antisipasi. “Prinsipnya kita sudah siap menghadapi musim kemarau ini,” katanya disela membuka Rakor Musim Kemarau dan Kekeringan di Kantor BPBD, kemarin.

Bupati menyampaikan, saat musim kemarau seperti ini masyarakat dihimbau supaya lebih berhati hati. Selain berhemat air, juga selalu mengecek alat elektronik, mematikan kompor, dan tidak membakar sampah sembarangan. Ini diantaranya untuk menghindari terjadinya kebakaran rumah. “Musim kemarau rawan terjadi kebakaran. Kalau mau meninggalkan rumah, tolong semua dicek dulu agar rumah betul betul aman termasuk dari bahaya kebakaran,” katanya dihadapan peserta rakor.

Untuk kalangan petani, kata bupati, juga lebih sabar. Sebab, saluran air dari Waduk Kedungombo dan saluran irigasi lainnya saat kemarau air tidak mengalir karena sedang diperbaiki.

Kepala pelaksana BPBD, Agus Nugroho LP menambahkan, rakor dilakukan untuk memetakan desa desa yang terdampak musim kemarau. “Setelah kita petakan selanjutnya dilakukan penjadwalan wilayah yang akan dikirim air bersih,” ujarnya.

Meski ada bantuan ratusan tangki air, mestinya pihak pemerintah desa maupun kecamatan juga bisa mengantisipasi kekeringan saat kemarau. Melalui Dana Desa (DD) misalnya, pihak desa dapat membangun atau membuat sumur bor maupun embung disetiap RW. Dengan demikian, saat ada kekeringan bisa diatasi segera dengan  adanya sumur dan embung tersebut. “DD ini diantaranya untuk penanggulangan bencana. Mungkin sudah ada yang membuat sumur dan embung ini. Leading sektornya ada di Dinas Permades,” jelas Agus.

Untuk tahun ini, setidaknya ada 62 desa yang menjadi sasaran bantuan droping air bersih. Meski begitu, desa yang terdaftar rawan kekeringan terkadang justru tidak mengajukan permintaan bantuan air bersih. “Untuk permintaan bantuan cukup dengan menghubungi petugas atau kantor BPBD berapa yang dibutuhkan,” katanya.

Untuk mengirimkan air bersih ini, BPBD telah menyiapkan 5 armada. Namun, hanya 2 armada yang kondisinya baik. “Kita sudah mengusulkan 5 armada baru tahun ini. Mudah mudahan bisa terwujud. Kita juga kerjasama dengan PDAM supaya bantuan yang tersalurkan bisa mencukupi sesuai kebutuhan dan sesuai anggaran yang ada,” ujar Agus. (hib/bas)