Masyarakat Harus Ikut Berantas Korupsi

455
PERANGI KORUPSI : Anggota dan pengurus GMPK Wonosobo foto bersama Ketua Umum GMPK Bibit Samad Rianto dan Bupati Eko Purnomo Senin (16/7). (Sigit Rahmanto/ JP Radar kedu)
PERANGI KORUPSI : Anggota dan pengurus GMPK Wonosobo foto bersama Ketua Umum GMPK Bibit Samad Rianto dan Bupati Eko Purnomo Senin (16/7). (Sigit Rahmanto/ JP Radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Persoalan korupsi tidak akan selesai bila hanya diserahkan pada negara. Masyarakat harus hadir dan ikut terlibat dalam pemberantasan korupsi. Hal itu ditegaskan mantan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto dalam dialog bertema jihad melawan korupsi di Pendopo Bupati Wonosobo Senin (16/7) kemarin.

Menurut Bibit, jihad antikorupsi bisa dimaknai sebagai upaya dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata di dalam masyarakat.Perilaku korupsi yang berkembang secara masif dan kontinyu akan mengakibatkan kerugian yang besar bagi negara.

“Anggaran negara yang seharusnya bisa dialokasikan pada sektor yang lebih produktif untuk kesejahteraan rakyat, malah dikorupsi oleh oknum-oknum pejabat yang jahat,” paparnya usai melantik 22 anggota baru Dewan Perwakilan Daerah Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (DPD GMPK) Kabupaten Wonosobo.

Menurutnya ada tiga pilar pembangunan yang mampu bersinergi secara harmonis. Yakni entitas publik, entitas dunia usaha dan entitas sosial harus didorong oleh segenap warga GMPK sesuai strategi besar rumah GMPK.

Sementara itu,  Idham Koliq didapuk sebagai ketua DPD GMPK Kabupaten Wonosobo. Idham Kholiq berharap dengan berdirinya GMPK di Kabupaten Wonosobo bisa ikut memberi sumbangsih bagi perubahan sosial ke arah yang lebih baik.

“Tujuan awalnya adalah kita ingin mendidik masyarakat agar bisa memahami persoalan korupsi ini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut hadir Bupati Wonosobo Eko Purnomo, para pejabat Forpimda, perwakilan masyarakat dan mahasiswa. (cr1/lis)