Tunggakan Pajak Capai Rp 2,1 T

529

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Tunggakan pajak hingga pertengahan tahun 2018 ini mencapai Rp 2,1 triliun. Dari total jumlah tersebut, diperkirakan tidak lebih dari 50 persen yang dapat ditagih.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng I, Irawan mengatakan, tunggakan tersebut berasal dari setidaknya 36.000 wajib pajak, dengan nilai tunggakan beragam. Yaitu mulai dari ratusan ribu akibat keterlambatan hingga pajak-pajak yang mencapai ratusan hingga miliaran rupiah. “Keterlambatan lapor juga masuk dalam tunggakan,” ujarnya, kemarin.

Dari total tunggakan sebesar Rp 2,1 triliun tersebut, lanjutnya, 60 persen mengalami kemacetan. Baik karena wajib pajak yang sudah tidak ada, maupun karena wajib pajak tersebut sudah tidak lagi memiliki harta untuk membayar tunggakan. “Dari total tunggakan Rp 2,1 triliun, yang lancar bisa dicairkan hanya sekitar Rp 800 miliar,” ujarnya.

Pihaknya terus berupaya agar tunggakan dapat segera tertagih. Sementara itu, melalui kegiatan pemeriksaan, penagihan serta pemeriksaan bukti permulaan dan penyidikan telah berkontribusi pada penerimaan pajak sebesar Rp 275,86 miliar.

Dengan rincian, kegiatan pemeriksaan sebesar Rp 157,34 miliar, kegiatan penagihan pajak sebesar Rp 99,01 miliar, serta kegiatan pemeriksaan bukti permulaan dan penyidikan sebear Rp 19,51 miliar.

Sedangkan untuk realisasi penerimaan pajak pada semester lalu, DJP Jateng I mencapai Rp 12,56 triliun. Jumlah tersebut mencapai 38,85 persen dari target tahun ini yang sebesar Rp 32,33 triliun. Meski baru mencapai 38,85 persen, namun bila dibanding dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, penerimaan tumbuh sebesar 6,18 persen. (dna/ida)