Taman Indonesia Segera Diresmikan

416
SEPULUH PERSEN LAGI : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Sabtu (14/7) malam mengecek proyek pembangunan Taman Indonesia Kaya di Kawasan Menteri Supeno. (IST)
SEPULUH PERSEN LAGI : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Sabtu (14/7) malam mengecek proyek pembangunan Taman Indonesia Kaya di Kawasan Menteri Supeno. (IST)

RADARSEMARANG.COMSEMARANG – Pembangunan Taman Indonesia Kaya, mencapai tahap 90 persen. Taman yang bakal menjadi salah satu ruang terbuka publik kece di Kota Semarang, itu rencananya akan diresmikan pada pertengahan Agustus mendatang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Sabtu (14/7) malam mengecek proyek pembangunan Taman Indonesia Kaya yang dulu merupakan Taman KB di Kawasan Menteri Supeno. Salah satu objek yang menarik adalah Dancing Fountain (Air Mancur Menari).

“Harapanya pada tanggal 17 agustus sudah bisa dinikmati untuk umum,” ungkap Hendi, sapaan akrab wali kota.

Proyek pembangunan Taman Indonesia Kaya merupakan kerjasama dengan dana corporate social responsibility (CSR) dari Djarum Foundation.

“Kami ada pembangunan air mancur yang menyatu dengan Taman Indonesia Kaya, tapi terpisah. Taman Indonesia Kaya murni CSR dari Djarum Foundation. Air Mancur (Dancing Fountain) dua titik ini dari APBD Kota Semarang,” ungkapnya.

Hendi menjelaskan, jika saat ini progres Taman Indonesia Kaya sudah mencapai 90 persen.  “Alhamdulillah Selasa depan pada tanggal 18 Juli mendatang sudah diserahkan kontraktor kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang,” ujarnya.

Saat ini Taman Indonesia Kaya belum bisa diakses oleh masyarakat umum karena belum 100 persen selesai meskipun sudah berfungsi sebagaimana mestinya.

“Nanti akan kita buka secara umum, secara bersama-sama,” pungkas Hendi.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Muthohar mengungkapkan, pengecekan yang dilakukan wali kota sekaligus untuk melakukan uji coba terhadap Dancing Fountain yang telah selesai pengerjaanya.

“Langkah itu dilakukan sebelum dibuka untuk umum agar dapat dievaluasi sambil menunggu tuntasnya pengerjaan Taman Indonesia Kaya,” tandasnya.

Muthohar menambahkan, pihaknya akan menyiagakan dua petugas untuk menjaga berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan serta sebagai operator Dancing Fountain. Sebagai pengiringnya nanti akan diputar musik klasik dan lagu-lagu perjuangan Indonesia.

“Rencananya setelah diresmikan akan diaktifkan selama 24 jam,” pungkasnya. (tsa/zal)