33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Tak Masalah Asalkan Demi Kepentingan Rakyat

Fenomena Politisi Pindah Partai Jelang Pileg

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Mardha Ferry Yanwar (DOKUMEN PRIBADI)

Setiap pemilihan legislatif (pileg) selalu diwarnai politisi yang pindah partai. Termasuk dalam Pileg 2019 mendatang. Selama masa pendaftaran caleg hingga 17 Juli besok, para politikus ‘kutu loncat’ ini mulai tampak.

RADARSEMARANG.COM – POLITIKUS Ir Suhariyanto merupakan salah satu kader partai yang berpindah partai. Setelah dari Partai Gerindra,  ia memilih balik lagi ke PKB yang sudah membesarkannya. Dalam Pileg 2019 mendatang, ia akan maju bertarung sebagai calon legislatif Provinsi Jateng dapil 1 Jawa Tengah. Tanggungjawab dan keinginan untuk mengabdi kepada masyarakat menjadi alasannya untuk terus berkiprah dalam dunia politik.

Ia menilai, kepindahannya tidak masalah, karena sejatinya ia tetap memperjuangkan kepentingan masyarakat. Bahkan, ia tetap menjalin komunikasi baik dengan parpol yang sudah ditinggalkannya.  “Tak masalah, karena ini tanggungjawab saya untuk bisa ikut menyejahterakan masyarakat Jateng,” katanya.

Ia menambahkan, parpol merupakan wadah yang bisa menjadi jembatan untuk membangun demokrasi yang baik. Demokrasi yang bertujuan untuk keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Belajar dari itulah, ia sengaja turun gunung untuk maju lagi di dapil 1 Jateng. “Kebetulan saya lahir dan tinggal di Semarang. Jika masyarakat ingin saya maju menjadi wakilnya, saya ya harus bertanggungjawab,” ujar mantan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang ini.

Dalam Pileg 2014, Suhariyanto ikut bertarung dan maju di dapil 1 DPR RI dari Gerindra. Tetapi nasib belum berpihak, meski sudah bertarung dan kerja keras ia masih belum bisa menang. Nah, pada Pileg 2019, ia kembali maju, tapi di Dapil 1 Jateng dan dengan menggunakan kendaraan PKB.

“Sebelum ke Gerindra, saya memang kader dan sudah di PKB. Sekarang balik lagi demi memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya.

Baginya, berpindah partai tak masalah, asalkan demi kepentingan rakyat. Yang salah itu ketika pindah partai dilandasi hasrat untuk kepentingan pribadi semata. Tak hanya pindah partai, jika seseorang lebih mementingkan dirinya sendiri padahal memiliki tugas sebagai wakil rakyat, itu jelas salah. Sebab, saham parpol sebenarnya milik masyarakat luas.

“Kuncinya amanah dan tanggungjawab jika menjadi wakil rakyat. Sebagaimana cita-cita bersama mewujudkan masyarakat adil dan makmur,” tambahnya.

Politisi lainnya yang pindah partai adalah Mardha Ferry Yanwar. Sebelumnya ia pengurus sayap Partai Gerindra sebagai Ketua Bidang Hukum Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kabupaten Sragen periode 2013-2018. Sedangkan saat ini dirinya resmi tercatat sebagai anggota Partai Golkar.

Ia mengatakan,  alasannya pindah haluan organisasi kepartaian karena komposisi pengurus sebelumnya kurang mumpuni dalam berorganisasi.  Ia juga menilai banyak pengurus yang melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) di Tidar. Selain itu,  ia merasa dalam kepengurusan itu kurang independen karena ada intervensi di tingkat Tidar Jateng,  padahal secara ex officio menjadi anggota Tidar sama juga menjadi anggota Partai Gerindra. Intervensi tersebut seperti mekanisme pemilihan terkesan asal tunjuk untuk kepengurusan di daerah. Praktis, mekanisme partai dilanggar.

Ia sendiri merasa keberatan kalau dikatakan kutu loncat. Sebab, ia merasa berpolitik melalui partai apapun asal tujuannya positif untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Bahkan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini sekarang juga tercatat sebagai Bakal Calon Anggota DPRD Kabupaten Sragen. Ia merasa mencalonkan diri untuk balas budi kepada masyarakat Sragen,  karena ia merasa awalnya disekolahkan melalui beasiswa Pemkab Sragen.

“Kalau hubungan personality tetap baik, semua nyante ndak ada gesekan, terpenting hubungan baik saling komunikasi intens. Toh tujuannya sama untuk kepentingan rakyat, ” kata Mardha yang juga Koordinator Komunitas Peduli Hukum (KPH) Semarang ini,  Minggu (15/7).

Ia juga memantapkan diri,  apabila tidak terpilih akan tetap konsisten bergabung di Golkar. Ia merasa Golkar merupakan partai yang mumpuni dalam sistem keorganisasinnya. Mardha juga merasa di Golkar banyak pengurus yang memiliki hubungan secara emosional seperti trah keluarganya. “Golkar pilihan akhir saya.  Ke depan, menang atau kalah,  saya akan mengabdi untuk Golkar dan rakyat Sragen, ” ujarnya. (fth/jks/aro)

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

ASN Diminta Lapor Pajak Pribadi Tepat Waktu

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Semarang diminta untuk melaporkan pajak penghasilan pribadi secara tepat waktu. Hal itu dikatakan oleh...

Kuliah S2 di Dua PTN, Sudah Hasilkan 100 Tulisan

RADARSEMARANG.COM - Mokhamad Abdul Aziz tak hanya aktif di organisasi, mahasiswa S2 UIN Walisongo Semarang dan S2 Universitas Diponegoro (Undip)  ini juga seorang kolumnis...

Stikom Launching Laboratorium Terintegrasi

SEMARANG - Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Semarang akan me launching laboratorium terintegrasi yang berfungsi untuk menyalurkan bakat dan kreatifitas mahasiswa. "Dengan adanya laboratorium ini,...

Prioritaskan Kesehatan Masyarakat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Persoalan kesehatan masyarakat menjadi perhatian serius DPRD Jateng. Dewan pun mulai menggagas rancangan peraturan daerah (Raperda) Sistem Kesehatan di Jateng. Hal...

Pimpinan Baru, Optimistis Lebih Maju

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – General Manager PT Telkom Witel Pekalongan berganti. Setelah sebelumnya dijabat Joko Rantau kini digantikan Nanang. Pada acara lepas sambut kemarin, Joko Rantau meminta...

Sopir Mabuk, Pajero Hajar Becak dan Motor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kecelakaan maut melibatkan mobil Mitsubishi Pajero, sepeda motor, becak, dan pejalan kaki terjadi di Jalan MT Haryono, tepatnya di Bundaran Bubakan, Semarang, Senin...