Pentingnya Guru Digital di Zaman Now

181
Oleh: Aris Suryani Putra  SSi
Oleh: Aris Suryani Putra  SSi

RADARSEMARANG.COM – GURU digital adalah sosok guru yang dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya erat dengan dunia digital seperti internet dan penggunaan program aplikasi. Jika dulu seorang pendidik adalah pusat belajar, maka saat ini fungsi guru bergerak menjadi fasilitator.  Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar. Sekarang anak didik bisa mendapatkan sumber belajar dari mana saja. Internet memuat beribu bahkan bermiliar informasi yang bisa diakses dengan mudah.

Guru zaman sekarang harus berganti peran menjadi guru digital. Sebagai fasilitator guru turut berpartisipasi dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran. Teknik pembelajaran berbasis TIK perlu dikuasai oleh pendidik untuk menarik minat belajar siswa. Tidak itu saja, pemanfaatan TIK di dalam kegiatan belajar mengajar juga diharapkan bisa mengarahkan siswa untuk dapat menggunakan teknologi secara cerdas dan bijak.

Tidak hanya dalam pembelajaran, guru juga perlu administrasi yang menggunakan teknologi digital. Dengan aplikasi komputer semua administradi guru menjadi lebih praktis dan efektif. Berbagai administrasi pembelajaran, misalnya Silabus, Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes) atau RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) untuk pelaksanaan ke depan dapat dibuat dengan mudah atau bahkan dapat di-copy paste dari RPP yang ada dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Berbagai aplikasi digital juga harus dikuasai guru seperti aplikasi penilaian Kurtilas yang rumit dan aplikasi pengisian rapot. Bahkan untuk data pribadi kepegawaian guru juga harus diiikan secara online dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang merupakan sistem pendataan skala nasional  terpadu bagi guru di Kemdikbud. Sedangkan guru di bawah Kemenag ada Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama (SIMPATIKA) yang pengisiannya juga online.

Tapi sayang, sampai sekarang masih saja ada guru yang gaptek. Terutama mereka yang sudah lama menyandang sebutan guru senior tetapi jauh dari penerapan teknologi informasi dalam pembelajarannya (IT based learning). Mereka biasanya dulu selama kuliah belum atau kurang bersentuhan dengan teknologi informasi. Hal ini bisa dimaklumi karena memang pada saat itu masih jarang dijumpai piranti teknologi informasi semacam komputer dan kelengkapannya. Mereka lahir sebagai the digital urban dan pada masa selanjutnya cenderung meghindari hal-hal yang bersentuhan dengan piranti teknologi informasi.

Hal ini berbeda  dengan guru-guru muda yang lahir sebagai the digital native dan cenderung senang terlibat dengan penerapan teknologi informasi. Namun besarnya perhatian pemerintah terhadap kemajuan pendidikan dan peningkatan kompetensi guru seharusnya disikapi positif oleh guru-guru gaptek tersebut. Mereka sudah seharusnya menempa diri lebih keras untuk menguasai teknologi informasi, jangan sampai menjadi patah semangat dan semakin ketinggalan dari guru-guru yang lebih muda. Coba kalau mindset-nya diubah bahwa belajar komputer itu gampang dan menyenangkan. Pasti banyak guru yang pintar mengoperasikan komputer.

Ada beberapa tips untuk guru gaptek agar melek komputer di zaman now ini. Pertama, belilah laptop sendiri, dengan demikian Anda tidak akan merasa canggung dan khawatir ketika memegang laptop. Toh itu laptop Anda sendiri, kalaupun rusak tidak akan dimarahi orang. Laptop juga tidak akan cepat rusak kalau hanya menghidupkan, mematikan dan mengetik ala kadarnya.

Kedua, belajarlah dan fokus. Setelah Anda beli laptop, segeralah belajar. Anda bisa belajar sendiri atau minta diajari teman. Apabila memungkinkan maka mintalah orang yang ahli untuk memberikan pelajaran secara privat kepada Anda. Fokuslah pada bidang yang akan dikerjakan saja. Komputer atau aplikasi yang digunakan. Oleh sebab itu fokuslah pada aplikasi guru, maka harus menguasai minimal aplikasi microsoft word, microsoft excel dan power point.

Ketiga, praktik menyelesaikan pekerjaan. Belajar saja tanpa praktik langsung tidak akan berkesan. Lebih baik langsung saja praktik menyelesaikan pekerjaan keseharian anda. Misalnya, membuat soal ulangan siswa menggunakan microsoft word. Mengolah nilai siswa menggunakan microsoft excel atau membuat pembelajaran interaktif sederhana menggunakan power point. Mudah-mudahan dengan cara sederhana tadi bisa mengubah guru gaptek menjadi guru digital yang siap menghadapi tantangan zaman. (kpig1/aro)

Guru IPA SMP Negeri  3 Reban