Pembangunan Jembatan Kalikutho Molor

Dua Cross Girder Roboh

217
ROBOH: Dua cross girder jembatan Kalikutho yang romoh dan masuk sungai. Rencananya hari ini akan dievakuasi. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ROBOH: Dua cross girder jembatan Kalikutho yang romoh dan masuk sungai. Rencananya hari ini akan dievakuasi. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Dua balok gelagar melintang atau cross girder Jembatan Plengkung Tol Kalikutho yang telah dipasang roboh dan jatuh sungai. Tidak ada korban jiwa, namun akibat insiden tersebut, pengerjaan jembatan sementara waktu dihentikan.

Balok berukuran panjang 32 meter dan lebar 5,03 meter dengan berat 30 ton itu jatuh saat akan dilakukan penggantian besi penggantung atau besi penahan balok gelagar. Belum diketahui penyebabnya, namun dari keterangan pelaksana proyek yakni PT Waskita Karya, jatuhnya cross girder diakibatkan mesin derek besar atau crane goyang saat akan memasaang cross girder tersebut.

Insiden jatuhnya dua balok gelagar ini terjadi Jumat (13/7) malam. Namun hingga Minggu (15/7) kemarin, dua balok girder tersebut masih belum berhasil dievakuasi. Kondisinya masih berada di tengah-tengah sungai.

Kepala Proyek Pembangunan Jembatan Tol Sungai Kalikutho, Muhammad mengatakan dari 20 cross girder, yang jatuh ke sungai adalah nomor 8 dan 9. “Jatuh karena crane yang menahan cross girder goyah saat akan dilakukan pelepasan kawat penyangga sementara,” katanya.

Meski ada bagian yang terjatuh, namun diakuinya, fisik jembatan pada umumnya masih dalam kondisi baik, Sedangkan untuk dua cross girder yang rusak akan segera diperbaiki dan dipasang lagi.

Muhammad mengatakan, sementara ini pihaknya menghentikan pengerjaan proyek. Yakni untuk dilakukan proses investigasi serta evaluasi. Selain itu akan dilakukan pengecekan crane agar tidak terjadi kejadian yang sama. “Untuk melakukan pemasangan diperkirakan memakan empat hari sudah selesai,” tandasnya.

Rencananya hari ini proses pembangunan jembatan akan dilanjutkan lagi. Sedangkan cross girder yang mengalami kerusakan akan segera diganti. Untuk alat berat crane, rencananya dari PT Waskita akan mendatangkan satu lagi, menambah dari dua crane yang sudah ada.

Senior Vice President PT Waskita Karya, Dono Parwoto mengatakan insiden tersebut tidak mempengaruhi target pembangunan jembatan yang sudah ditentukan. Sesuai kontrak, pembangunan harus sudah selesai September. “Proyek ini sebenarnya bisa kami selesaikan bulan Juli atau Agustus. Tapi karena ada musibah ini, molor. Tapi molornya paling lama dua minggu,” katanya. (bud/ton)