33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Pemanfaatan Sampah Botol Plastik untuk Tanaman Hidroponik

Another

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

RADARSEMARANG.COM – SAMPAH di sekolah selalu saja menuai masalah. Sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak orang dapat menjadi penghasil sampah terbesar, selain pasar, rumah tangga, industri dan perkantoran. Sampah yang dihasilkan sekolah kebanyakan adalah jenis sampah kering dan hanya sedikit sampah basah. Sampah kering yang dihasilkan kebanyakan berupa kertas, plastik, dan sedikit logam. Sedangkan sampah basah berasal dari guguran daun pohon, sisa makanan dan daun pisang pembungkus makanan.

Di lingkungan sekolah, pengelolaan sampah membutuhkan yang perhatian serius. Dengan komposisi sebagian besar penghuninya adalah anak-anak, tidak menutup kemungkinan pengelolaannya pun belum optimal. Namun sampah plastik bisa dipakai sebagai media pembelajaran bagi siswa-siswinya.

Seperti di sekolah penulis, sampah botol plastik dapat didaur ulang sebagai tempat tanaman hidroponik. Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Meskipun sistem hidroponik menggunakan air sebagai media tanamnya, akan tetapi dalam praktiknya air yang diperlukan dalam bercocok tanam tidaklah sebanyak seperti budidaya dengan cara konvensional. Dan dalam perawatannya juga tidak perlu dilakukan penyiraman secara rutin.

Kebetulan materi hidroponik ada di Kurikulum KTSP kelas 9, yang merupakan kelas terakhir pengguna kurikulum tersebut di sekolah penulis. Sedangkan kelas 7 dan 8 sudah menggunakan Kurikulum 2013. Karena itu, semua siswa kelas 9 diwajibkan membuat tanaman hidroponik dengan menggunakan botol plastik bekas minuman yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Selain mengurangi sampah yang ada, siswa juga mendapat nilai tugas dalam materi Bioteknologi.

Caranya sangat mudah. Pertama, siapkan botol plastik bekas minuman ukuran 1,5 liter atau 2 liter. Kedua, potong botol  dengan gunting atau cutter, sehingga botol menjadi 2 bagian (bagian atas dan bagian bawah). Ketiga, lubangi tutup botol dan berilah sumbu menggunakan kain flanel atau sumbu kompor.

Keempat, pasangkan botol bagian bawah yang sudah diisi air dengan bagian atas yang sudah diisi media tanam (arang sekam atau cocopeat/serbuk sabut kelapa). Kelima, tanamlah tanaman budidaya yang diinginkan, seperti cabai, tomat, sawi, atau tanaman hias seperti anggrek juga bisa.

Untuk mempercantik wadah botol hidroponik bisa dicat warna-warni sesuai keinginan. Kemudian berilah gantungan di kiri dan kanan botol, sehingga bisa digantung di tempat yang strategis sebagai hiasan.  Tanaman hidroponik juga bisa memaksimalkan lahan yang terbatas, sebab tidak perlu lahan yang terlalu luas. Sehingga bisa juga digantung di depan ruang kelas.

Pembuatan tempat tanaman hidroponik dari botol bekas ini meskipun sangat sederhana, tetapi mampu memberikan beberapa manfaat bagi sekolah maupun siswa-siswi di sekolah penulis. Selain mengurangi sampah, di lingkungan sekolah juga tampak lebih segar dengan kehadiran tanaman-tanaman tersebut. Apalagi setiap kelas menanam budidaya tanaman yang berbeda-beda. Bila yang ditanam sayuran, maka bisa dipanen. Dan bila yang ditanam tanaman hias, maka lingkungan semakin indah.

Dan ternyata hal ini juga meningkatkan kreativitas siswa-siawi, terlihat dari beberapa variasi dan modifikasi botol tanam hidroponik. Mereka ada yang menggunting dan mencat botol seperti boneka kesayangannya, menggunting seperti kelinci, bahkan ada yang menggambar bola dan logo klub sepakbola di Piala Dunia 2018. Ternyata pembelajaran Bioteknologi di bidang pertanian yaitu penanaman tanaman secara hidroponik bisa dilakukan hanya dengan modal sampah tetapi hasil melimpah. (kpig1/aro)

Guru IPA MTs Nurul Huda Banyuputih

Latest News

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

More Articles Like This

Must Read

Menjalin Kemitraan Antara Guru dan Orang Tua Siswa

FENOMENA siswa berpacaran saat ini sudah berada pada tahap yang sangat memprihatinkan. Berpacaran tidak hanya terjadi pada remaja  usia tanggung di tingkat SMP atau...

Menulis Teks Prosedur  dengan ATM Mandiri

RADARSEMARANG.COM - KETERAMPILAN menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai peserta didik. Akan tetapi, dalam pembelajaran  menulis selalu saja peserta didik mengalami...

Alfamart Gelar Donor Darah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT), sebagai pengelola Alfamart bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), menggelar kegiatan dengan tema Sehati “Setetes Darah Untuk...

Jukir Liar,  90 Menit Kantongi Rp 222 Ribu

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Dua orang juru parkir (Jukir) liar yang bisa beroperasi di kawasan Kota Lama Semarang, diringkus petugas gabungan Tim Saber Pungli Kota Semarang. Keduanya...

Pemkab Siap Polisikan Kampung Rawa

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Pemkab Semarang siap membawa ke ranah hukum dan ke kepolisian. Jika manajemen Kampung Rawa di Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa berani membuka segel Satpol...

Gunungan Raksasa Warnai Festival Gunung Kuli

Festival Gunung Kuli, Minggu (20/8) kemarin, digelar di Desa Podosoko, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Seperti apa? AGUS HADIANTO RIBUAN warga Desa Podosoko dan desa lain di...