Pelantikan Bupati Wewenang Kemendagri

772
Sujatmiko (Ahsan fauzi/radar kedu)
Sujatmiko (Ahsan fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Bupati Temanggung terpilih M Al Khadziq sempat ikut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Sabtu (14/7) dini hari di rumahnya di daerah Larangan Tangerang. Ia telah dilepaskan dan masih bersatatus saksi dalam kasus dugaan suap yang membelit Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih. Eni merupakan istri dari Al Khadziq. Pelantikan Al Khadziq menjadi Bupati Temanggung menjadi tanda tanya.

Ketua KPU Temanggung Sujatmiko menuturkan, saat ini pihaknya tengah fokus untuk persiapan rapat pleno penetapan pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Temanggung terpilih yang rencananya setelah 23 Juli.

“Kalaupun ada paslon yang tersangkut kasus hukum, kita serahkan sepenuhnya KPK. Secara faktual, saat ini Pak Khadziq kan baru dijadikan saksi, kita tidak mau berandai-andai terlalu jauh. Ikuti proses dan perkembangannya dulu aja,” ucap Sujatmiko di kantornya, Minggu (15/7).

Sujatmiko melanjutkan, kalaupun Al Khadziq terbukti kena kasus hukum, kondisi ini tidak menggugurkan paslon tersebut. Adapun terkait pelantikan, sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Urusan pelantikan menjadi domain Kemendagri. Mau dilantik (atau) mau ditunda, menjadi kewenangan Kemendagri. Tugas kami sampai penetapan paslon,” ungkapnya.

Jika status saksi Al Khadziq meningkat menjadi tersangka, lanjut Sujatmiko, pleno penetapan Paslon terpilih tetap berjalan. Sesuai ketentuan, kepala daerah berstatus tersangka yang menang Pilkada, tetap dilantik. Setelah dilanjutkan, langsung dia diberhentikan sementara dari jabatan kepala daerah.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Paslon HM Al Khadziq-Heri Ibnu Wibowo, Purwo Soehodo enggan mengomentari tertangkapnya istri bupati terpilih. Termasuk kasak kusuk di masyarakat yang menduga uang suap tersebut berkaitan dengan biaya pilbup suami Eni. “Memang saya sudah mendapat info OTT KPK Bu Eni dari media. Namun, kalau ada sangkut pautnya atau tidak (dengan pemenangan Al Khadziq), saya tidak ngerti,” jelasnya.

Pada 4 Juli 2018 lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung menetapkan pasangan M Al Khadziq-Heri Ibnu Wibowo sebagai peraih suara terbanyak. Pasangan yang diusung Partai Golkar, PPP, Partai Gerindra dan PAN ini meraih 258.734 suara. Di posisi kedua ada pasangan Bambang Sukarno (bupati petahana) – Matoha yang diusung koalisi PDI Perjuangan dan PKB dengan 156.576 suara. Di tempat terakhir ada pasangan yang diusung Partai Demokrat, Nasdem, dan Hanura, Haryo Dewandono-Irawan Prasetyadi (wakil bupati petahana) dengan 60.988 suara. (san)