Oleh: Anjar Setianingsih  SPd
Oleh: Anjar Setianingsih  SPd

RADARSEMARANG.COM – BERDASARKAN pengalaman penulis, siswa terkadang mangalami kesulitan dalam memahami konsep dalam belajar IPA pada materi interaksi makhluk hidup. Hal ini dapat terjadi karena masih rendahnya motivasi siswa untuk ingin mengetahui dan memahami materi tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi masalah tersebut adalah kurang bervariasinya atau kurang tepatnya metode pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang dimaksud yaitu metode yang dapat meningkatkan keaktifan dan memotivasi siswa untuk menjadi igin tahu.

Perkembangan globalisasi juga menimbulkan kesadaran bagi guru untuk bisa menentukan metode pembelajaran apa yang tepat untuk materi tertentu, karena jika hanya menggunakan metode pembelajaran konvensioanal saja tidak akan cukup membantu peserta didik menyerap materi pelajaran. Guru dituntut untuk inovatif, kreatif dan progresif serta mampu membawa suasana pembelajaran yang menyenangkan.

Suasana pembelajaran yang menyenangkan mendorong terjadinya interaksi pembelajaran yang komunikatif, intensif dan efisien. Dalam hal ini, guru dituntut untuk profesional yakni memiliki kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam serta mampu memilih model, strategi, metode yang tepat yang memugkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam merupakan salah satu aspek pendidikan yang menggunakan sains sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan umumnya yakni tujuan pendidikan nasional dan tujuan pendidikan sains khususnya, yaitu untuk meningkatkan pengertian terhadap dunia alamiah. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, peserta didik didorong untuk berani mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik . Guru dapat memperkaya kegiatan dengan mengkreasi bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

Dari pengalaman penulis dalam melaksanakan pembelajaran   materi interaksi makhluk hidup pada siswa kelas VII MTs. Negeri Batang dengan membandingkan antara siswa belajar di kelas dan sumber belajar dari buku saja ternyata hasil serap peserta didik kurang baik, sedangkan pembelajaran di mana guru menggunakan metode  yang mengarahkan siswa untuk belajar di luar kelas dengan mengamati lingkungan sekitar sekolah daya serap siswa lebih baik hasilnya dari pada perlakuan pembelajaran yang pertama.

Dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode belajar dengan sumber belajar lingkungan sekitar sekolah dan lingkungan sekitar tempat tinggal, guru memfasilitasi siswa dengan menyiapkan lembar kegiatan siswa yang mengarahkan siswa menjadi penasaran dan ingin mengetahui suatu konsep, sehingga siswa diharapkan dapat menyelasaikan masalah yang sedang dipelajari menjadi lebih konkrit.

Beberapa keuntungan yang penulis amati ketika melaksanakan pembelajaran interaksi makhluk hidup  menggunakan alam atau lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, di antaranya membuat siswa mendapatkan informasi berdasarkan pengalaman langsung, mudah mencapai sasaran pembelajaran yang telah ditetapkan, mengenal dan mencintai lingkungan yang pada akhirnya mengagumi dan mengagungkan penciptanya, membuat materi pelajaran lebih konkrit dan penerapan ilmu menjadi lebih mudah sesuai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-harinya,sehingga siswa akan merasakan bahwa belajar IPA pada materi interaksi makhluk hidup menjadi bermakna dan menarik.

Dari penjelasan tersebut, begitu besar peranan lingkungan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran interaksi makhluk hidup. Dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, siswa terlibat langsung, sehingga menimbulkan minat untuk lebih banyak belajar, bermanfaat, lebih bermakna dan tidak mudah dilupakan. Dari semua manfaat tersebut akan memberikan hasil belajar siswa lebih optimal, baik hasil belajar dari sikap, pengetahuan maupun keterampilan. (kpig1/aro)

Guru IPA MTs Negeri Batang