Eksplorasi Kebisingan Musik Noise

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – MUSIK Noise boleh dibilang belum sepopuler genre musik-musik lainnya. Meski demikian, musik ‘bising’ ini belakangan mulai banyak dimainkan, bahkan dikolaborasikan dengan seni-seni lainnya.

Salah seorang noise maker, Tri Wahyuliyanto mengungkapkan, berbeda dengan lazimnya berbagai genre musik lain yang memiliki pola nada tertentu, musik noise lebih bebas. Suara yang dikeluarkan pun tidak melulu dari alat-alat musik yang lazim dikenal.

“Kita bisa merespon apapun yang ada di sekitar kita. Entah itu alat musik, synthesizer, suara mesin, suara gergaji, suara seng, suara keriuhan di jalanan, dan lain-lain bisa dimasukkan ke dalam noise, yang penting ada bisingnya,” ujar Tri.

Cowok dengan nama panggung Bedebah (Bermain Dengan Bahagia) ini tertarik untuk masuk ke genre tersebut karena dinilai cukup unik. Ia bebas memasukkan berbagai suara untuk berekspresi tanpa harus terpaku pada pakem tertentu.

Tapi, diakuinya juga, tidak semua orang bisa menerima aliran antimainstream tersebut. Mengingat kebisingan suara-suara yang dihasilkan. Penikmatnya pun masih tersegmen, belum sebesar aliran-aliran musik lainnya.“Saat di awal-awal saya memainkan musik noise pada 2015 lalu juga sempat diprotes warga, karena terlalu berisik,” ujarnya.

Sekarang, lanjutnya, sudah mulai beberapa kali diundang untuk memainkan musik noise. Semarang, Surabaya, dan Jogjakarta. Dalam aksinya, lelaki asal Pati ini kadang murni memainkan musik noise, kadang juga dikolaborasikan dengan seni lainnya.

“Biasanya saat diawal-awal saya bermain, banyak wajah-wajah penonton yang bingung, agak lama sedikit saya mulai membaca teks-teks Jawa Kuno. Jadi musik noise tadi menjadi latar dari teks-teks yang saya bacakan,”ujarnya.

Ya, musik noise kini juga banyak dikombinasikan dengan seni lainnya. Grup musik Sambernyawa, salah satunya. Grup musik dengan aliran eksprerimental ini menggunakan noise untuk mengisi pada bagian-bagian tertentu.

“Musik eksperimental bagi kami lebih luas, karena itu kerap dikombinasikan dengan berbagai hal, salah satunya musik noise. Sehingga menghasilkan suara yang lebih variatif didengar, di bagian-bagian tertentu noise ini menciptakan energi, karena pasti direspon oleh telinga,” ujar salah seorang grup musik eksperimental Sambernyawa, Riska Farasonalia. (dna/bas)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -