Dirt Bike Semakin Digemari

711
PILIH YANG TEPAT: Jenis dirt bike dibagi menjadi tiga, yakni motocross, enduro, dan trail. Semua memiliki peruntukan yang berbeda-beda. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PILIH YANG TEPAT: Jenis dirt bike dibagi menjadi tiga, yakni motocross, enduro, dan trail. Semua memiliki peruntukan yang berbeda-beda. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – BERPETUALANG dengan motor jenis dirt bike (trail) yang kerap disebut trabas, saat ini menjadi tren pencinta otomotif di Semarang. Dengan menggunakan motor ini, rider bisa menahlukan segala halangan dan rintangan yang biasanya dimainkan ditengah hutan ataupun perkebunan.

Olahraga ini pun kian populer dan digandrungi masyarakat, ditambah belum lama ini event motocross Internasional MXGP mampir ke Semarang dan memberikan inspirasi tersendiri bagi masyarakat untuk mencoba olahraga ekstrem ini.

Sesepuh olahraga trail adventure dari Garage 2×1 Semarang, Hendro Saptono mengatakan jika trabas termasuk dalam kategori bermotor yang cukup ekstrem dan dilakukan di alam bebas menggunakan motor khusus jenis trail atau dirt bike. “Untuk Trabas, bisa menggunakan motor jenis enduro, dari pabrikan Jepang ataupun Eropa,” katanya kemarin.

Bagi pembaca Jawa Pos Radar Semarang yang ingin terjun atau mencoba trabas, pria yang akrab disapa Hendro ini menjelaskan paling tidak harus mengenal jenis kendaraan yang ada di pasaran. Jenis dirt bike sendiri dibagi menjadi tiga, yakni motocross, enduro, dan trail. Motor jenis  enduro yang biasa digunakan pun terbagi menjadi dua varian yakni enduro racing dan dual sport.

“Bagi pemula tentu harus memakai jenis enduro dual sport, karena jenis lainnya memiliki tenaga yang cukup besar. Apalagi jenis motocross yang punya karakter cepat dan untuk kejuaraan, pada umumnya tidak cocok digunakan untuk trabas,” tuturnya.

Dari ketiga jenis motor tersebut, lanjut dia, jenis enduro punya power yang lebih merata dan liner sehingga mudah dikendalikan pada putaran bawah, tengah ataupun atas. Selain itu skill yang digunakan juga berbeda dengan motocross yang harus punya ketahanan mesin, peredam kejut yang lebih kuat.

“Jenis enduro ini biasanya suspensinya lebih soft, karena tidak perlu jumping tinggi seperti motocross. Biasanya pun memiliki lampu depan atau belakang, karena memang disesuaikan dengan medan serta memang diciptakan untuk long trip,” ucapnya.

Bebagai merek motor pun sudah menyediakan jenis tersebut, misalnya Kawasaki dengan KLX, Honda dengan varian CRF, Yamaha dengan varian WR, dan yang masih digunakan sampai saat ini adalah Suzuki TS.  Selain itu juga ada pabrikan Eropa seperti Sherco, Gas Gas, dan KTM yang juga menawarkan motor jenis adventure. “Motor dari pabrikan Jepang ini bisa digunakan untuk trabas yang ringan dan untuk belajar,” tambahnya.

Untuk penggila adventure yang punya segudang pengalaman, bisa menggunakan motor build up karena power , ketahanan mesin dan peranti lainnya memang sudah disiapkan untuk medan yang berat. Dari pengalamannya, pencinta adventure yang menggunakan motor pabrikan biasanya melakukan perubahan mesin dan suspensi agar lebih nyaman digunakan. “Intinya bermain trabas adalah berani mencoba, punya nyali dan tidak takut jatuh, serta harus jeli membaca situasi jalan dan perhitungan yang tepat menghapi rintangan,” jelasnya.

Dirinya pun bepesan, untuk bermain olahraga ekstrem tersebut, tetap mengedepankan keamanan. Jika pada motor on road, safety for fashion, pada olahraga adventure ini lebih pada dress for crash. Artinya apa yang dikenakan adalah pelindung ketika terjatuh saat bermain trabas wajib digunakan. Kelengkapannya seperti helm full face, sepatu khusus adventure, body protector, knee protector, sampai neck protector.  “Dengan prianti safety gaer ini, meminimalisir cidera saat terjatuh. Jadi wajib digunakan,” tegasnya.

Meski olahraga ini kian diganderungi oleh hampir semua lapisan masyarakat, bahkan tak sedikit penggila trabas melakukan modifikasi custom kuda besinya yang diubah menjadi motor trabas, baginya tidak disarankan. Lebih baik menggunakan motor yang diciptakan khusus untuk trabas, karena ketahanan frame, shock dan posisi berkendara yang sudah disesuaikan.  (den/bas)