Oleh: Parlan
Oleh: Parlan

RADARSEMARANG.COM – Matematika adalah salah satu ilmu dasar, yang semakin dirasakan interaksinya dengan bidang-bidang ilmu lainnya seperti ekonomi dan teknologi. Peran matematika dalam interaksi ini terletak pada struktur ilmu dan peralatan yang digunakan. Ilmu matematika sekarang ini masih banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti bidang industri, asuransi, ekonomi, pertanian, dan di banyak bidang sosial maupun teknik. Mengingat peranan matematika yang semakin dibutuhkan oleh berbagai bidang, maka diharapkan siswa dalam belajar matematika bisa terampil, andal, kompeten, dan berwawasan luas.

Untuk menjadi siswa yang mampu menguasai ilmu matematika tidaklah mudah. Harus benar-benar serius dalam belajar. Selain harus belajar matematika, kita juga harus mempelajari bidang-bidang ilmu lainnya. Disiplin utama dalam matematika didasarkan pada kebutuhan perhitungan dalam perdagangan, pengukuran tanah, dan memprediksi peristiwa dalam astronomi. Ketiga kebutuhan ini secara umum berkaitan dengan ketiga pembagian umum bidang matematika yaitu studi tentang struktur, ruang, dan perubahan.

Dalam perdagangan, sangat berkaitan erat dengan matematika karena dalam perdagangan pasti akan ada perhitungan, di mana perhitungan tersebut bagian dari matematika. Secara tidak sadar ternyata semua orang menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Seperti jika ada orang yang sedang membangun rumah maka pasti orang tersebut akan mengukur dalam menyelesaikan pekerjaannya itu.

Matematika sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan matematika ke dalam situasi kehidupan nyata. Hal yang menyebabkan sulitnya matematika bagi siswa adalah dalam pembelajaran matematika kurang bermakna dan guru dalam pembelajarannya di kelas tidak mengaitkan dengan skema yang telah dimiliki oleh siswa serta siswa kurang diberikan kesempatan untuk menemukan kembali ide-ide matematika. Mengaitkan pengalaman kehidupan nyata dengan ide-ide matematika dalam pembelajaran di kelas sangat penting dilakukan agar pembelajaran matematika bermakna.

Biasanya ada sebagian siswa yang menganggap belajar matematika harus dengan berjuang mati-matian dengan kata lain harus belajar dengan ekstra keras. Hal ini menjadikan matematika seperti monster yang mesti ditakuti dan malas untuk mempelajarinya. Apalagi dengan dijadikannya matematika sebagai salah satu di antara mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional, ketakutan siswa pun makin bertambah.

Akibat dari pemikiran negatif terhadap matematika, perlu kiranya seorang guru yang mengajar matematika melakukan upaya yang dapat membuat proses belajar mengajar bermakna dan menyenangkan. Ada beberapa pemikiran untuk mengurangi ketakutan siswa terhadap matematika. Pembelajaran sekarang ini selalu dilaksanakan di dalam kelas, di mana siswa kurang bebas bergerak. Cobalah untuk memvariasikan strategi pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan dan lingkungan sekitar sekolah secara langsung, sekaligus mempergunakannya sebagai sumber belajar.

Banyak hal yang bisa kita jadikan sumber belajar matematika. Yang penting pilihlah topik yang sesuai, misalnya mengukur tinggi pohon dan lain sebagainya. Siswa lebih baik mempelajari sedikit materi sampai siswa memahami dan mengerti materi tersebut daripada mempelajari banyak materi tetapi siswa tidak mengerti. Banyak tuntutan pencapaian terhadap kurikulum sampai daya serap, namun dengan alokasi yang terbatas. Jadi guru harus memberanikan diri menuntaskan siswa dalam belajar sebelum ke materi selanjutnya. Kebanyakan siswa, belajar matematika merupakan beban berat dan membosankan, jadinya siswa kurang termotivasi, cepat bosan dan lelah.

Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal di atas dengan melakukan inovasi pembelajaran. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain memberikan kuis atau teka-teki yang harus ditebak baik secara berkelompok ataupun individu, memberikan permainan di kelas suatu bilangan dan sebagainya tergantung kreativitas guru. Jadi untuk mempermudah siswa dalam pembelajaran matematika harus dihubungkan dengan kehidupan nyata yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. (as3)

Guru SMK Negeri 2 Sragen