Bonsai Lebih Bernilai Seni dan Filosofis

Ungaran Bonsai, Ukir Prestasi dan Kembangkan Sekolah Bonsai

442
INDAH : Pengelola Ungaran Bonsai Society, Syarif Hidayat menunjukkan salah satu bonsai di halaman rumah yang menjadi tempat berkumpul pecinta bonsai di Jalan Kisarino Mangun Proto Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INDAH : Pengelola Ungaran Bonsai Society, Syarif Hidayat menunjukkan salah satu bonsai di halaman rumah yang menjadi tempat berkumpul pecinta bonsai di Jalan Kisarino Mangun Proto Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Di Jalan Kisarino Mangun Proto Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, berdiri rumah dengan aneka jenis tanaman bonsai nan elok. Apalagi penggemar bonsai yang berkumpul di tempat ini dengan lahan seluas 1 hektare, mendirikan komunitas Ungaran Bonsai Society dan sekolah tentang bonsai. Seperti apa?

IDA FADILAH-DINA RAHAYU

RADARSEMARANG.COM – KEINDAHAN beragam bonsai, terasa menyejukkan hati. Meski baru menjejakkan kaki di halaman rumah, Muh Arif Rubai. Pengunjung langsung disuguhi beragam jenis bonsai, mulai dari Bonsai Sisir (Cudrania cochinchinensis), Sancang (Premna microphylla), Lohansung (Podocarpus macrophyllus), Serut (Strepblus asper), Cemara Udang (Casuarina equisetifolia), dan Phusu Batu (Celtis chinensis).

Ruang tamu (outdoor) terletak di samping taman bonsai berjejer piala hasil perlombaan dan pameran yang pernah diikuti oleh Komunitas Ungaran Bonsai Society. Ada sekitar 38 piala dan penghargaan tingkat lokal hingga nasional tertata rapi di atas rak kayu. Di antaranya piala saat Pameran Bonsai Nasional Semarang, Pameran Bonsai Nasional Gianyar, Pameran Bonsai Nasional Jombang, Pameran Bonsai Nasional Bandung, Pameran Bonsai Nasional Surabaya, Pameran Bonsai Nasional Wonogiri, Pameran Bonsai Nasional Sragen. Pada pameran terakhir yang diikuti, Ungaran Bonsai meraih Best Ten Bintang April 2018 lalu. Koleksi pohon Ungaran Bonsai pernah mendapatkan prestasi Best Ten maupun Best In Show dalam setiap kelasnya.

Sebenarnya prestasi tersebut diperoleh tidak dalam waktu singkat. Ari Rubai mengaku tahun 2014 adalah titik awal mengenal bonsai sekaligus mengibarkan nama Ungaran Bonsai hingga dikenal masyarakat. Semula suka dengan tanaman hias, namun akhirnya beralih jatuh cinta pada tanaman bonsai yang menurutnya lebih memiliki nilai seni tinggi.

Menurut pengelola Ungaran Bonsai Society, Syarif Hidayat atau biasa dipanggil Jon mengaku saking cintanya terhadap bonsai, Mas Arif pernah memburu bonsai di berbagai daerah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Benar saja, ketika wartawan Jawa Pos Radar Semarang diajak ke belakang rumah seluas 1 hektare, terdapat deretan koleksi bonsai hingga 100 jenis yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Harga jual mulai dari Rp 100.000 sampai Rp 100 juta, bahkan pernah menjual bonsai sampai Rp 150 juta. Pembeli biasanya berasal dari kalangan pecinta bonsai dari Jawa hingga luar Jawa. Pembelian dapat dilakukan secara langsung maupun secara online.

Menurut Jon, nilai jual bonsai tergantung tanaman, bentuk dan jenis tanaman. “Harga bonsai itu tergantung bentuk dan jenis tanaman. Ada 3 model yang dinilai, dari sebuah bonsai. Yakni natural, ekspresionis, dan surealis. Biasanya masyarakat Indonesia cenderung menyukai bonsai natural,” ujarnya sembari menunjukkan jenis bonsai natural.

Butuh 3-5 tahun untuk pembentukan model bonsai. Sedangkan budidaya dari bibit bonsai bisa mencapai 20 tahun. Yang lebih menakjubkan di Ungaran Bonsai ini terdapat bonsai purba yang diperkirakan usianya sudah ribuan tahun. Adapun perawatan bonsai meliputi penyiraman, pemangkasan, penggantian media tanam, dan pemupukan. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore. Pemangkasan dilakukan setiap satu bulan sekali. Penggantian media tanam dan pemupukan dilakukan setahun dua kali yakni pada awal musim panas dan awal musim hujan.

Untuk mengatasi hama seperti kutu putih, dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida. Sedangkan untuk menghilangkan jamur dilakukan dengan menyikat tanaman. “Keterlambatan penanganan tanaman akan mengakibatkan kematian. Biasanya terjadi pada proses penggantian media tanam atau pemindahan pot. Proses pembentukan bonsai dilakukan selama tiga sampai lima tahun. Untuk budidaya dari bibit bisa menghabiskan 20 tahun,” imbuhnya.

Dijelaskan pula, Ungaran Bonsai Society berdiri di bawah naungan Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI). Di tempat ini, didirikan juga Ganeca Bonsai School (GBS) untuk belajar menanam dan merawat bonsai. “GBS adalah lembaga pendidikan seni bonsai Indonesia yang telah diresmikan oleh Ketua PPBI Pusat Saptodarsono pada 2 Mei 2015 silam,” tandasnya.

Proses pendidikan di GBS ada empat paket. Pada paket pertama dinamakan Pendidikan Seni Bonsai Tingkat Pemula dan Lanjutan yang dilakukan sebanyak 10 kali pertemuan. Biasanya dilakukan setiap Sabtu sore sampai malam dan Minggu pagi sampai sore selama lima minggu. Dalam paket ini, materi yang diberikan mengenai pendidikan botani dan pendidikan seni bonsai dari dasar sampai lanjut dengan memadukan teori dan praktik.

Untuk paket dua berisi Pendidikan Calon Trainer Bonsai. Adapun tahapannya yaitu teori dan praktik, magang, evaluasi dan pendadaran. Paket ketiga, Workshop Sehari Mengenal Bonsai (teori dan praktik). Bagi yang ingin mengenal bonsai secara singkat, bisa mengambil paket ini.

Dan paket terakhir yaitu Pendidikan Apresiasi Seni Bonsai. Para kolektor, juri, maupun calon juri biasanya mengikuti pendidikan ini karena pendidikan ini diajarkan memahami bonsai, bahan bonsai, aliran, dan model bonsai.

Selain pendidikan, alumni GBS juga melakukan studi banding, magang, diskusi dan workshop rutin, budidaya dan memprogram bonsai, wirausaha berkelanjutan, wirausaha terkait perbonsaian, koperasi pegiat bonsai. Pengajar di GBS adalah Rudi Najoan, 69. Ia juga yang telah mengajari Arif Rubai tentang seluk beluk bonsai. Ia adalah peraih Dedication Award kategori Pendidik Tauladan.

Selain mengajar di GBS, Rudi telah menekuni bonsai sejak 1973. Bahkan, pernah mengunjugi beberapa negara bonsai di antaranya Singapura, Thailand, Cina, dan India. Menurutnya bonsai adalah seni. “Untuk memahami estetika seni bonsai, perlu mengupas filosofi, teori dan ilmu yang berkaitan dengan bonsai,” tegas Arif Rubai. (*/ida)