Arak-arakan 2 Km yang Memukau

232
WARNA-WARNI: Aneka kostum yang dikenakan peserta SBC dipamerkan kepada masyarakat yang hadir di Stadion Sriwedari kemarin (14/7). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
WARNA-WARNI: Aneka kostum yang dikenakan peserta SBC dipamerkan kepada masyarakat yang hadir di Stadion Sriwedari kemarin (14/7). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Solo Batik Carnival (SBC) yang ke-11 kembali menghibur warga Kota Solo, Sabtu (14/7). Ratusan peserta lokal dan delegasi dari empat daerah memamerkan kostum rancangan mereka dari Stadion Sriwedari kemudian menyusuri Jalan Slamet Riyadi-Jala Jenderal Sudirman dan finis di Benteng Vastenburg.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, kerumunan warga di sepanjang rute yang dilalui peserta SBC kali ini tak sepadat tahun sebelumnya, yakni berjubel hingga taman city walk.

Tapi, dari sisi manajemen penonton, tampak lebih tertata karena memanfaatkan barikade yang dipasang di setiap sisi Jalan Slamet Riyadi dari simpang empat Pasar Pon sampai Bundaran Gladak.

Peserta SBC bertema Ika Paramarta menyusuri rute dengan panjang sekitar 2 kilometer (km). Terik matahari seperti tak digubris demi memberikan penampilan terbaik. Aneka tema kostum seperti Lenggang Batavia disusul Nagari Minangkabau, Jawa Dwipa, Dayak Borneo, Mappalili Mamiri, Tiara Dewata, Sasando Timur dan Tana Sajojo memuaskan rasa penasaran penonton.

Salah satunya Sari Sutarni, 45. Menurut warga Kabupaten Sukoharjo itu, kostum yang ditampilkan lebih beragam. “Lebih warna-warni, sama bentuknya variatif,” ucap ibu dua anak ini.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengapresiasi agenda tahunan tersebut. “Kami ucapkan terima kasih karena telah memberikan warna yang berbeda-beda setiap tahunnya, namun selalu memiliki makna yang sama. Yakni bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, bermartabat dan punya kreativitas, serta dapat dijadikan kebanggaan Kota Solo,” paparnya. (atn/wa)