Sepekan Bersama SMP Mutual Kota Magelang

230
LITERASI : Siswa SMP Mutual Kota Magelang membaca Jawa Pos Radar Semarang pada hari kedua masa pengenalan lingkungan sekolah.
LITERASI : Siswa SMP Mutual Kota Magelang membaca Jawa Pos Radar Semarang pada hari kedua masa pengenalan lingkungan sekolah.
BIKIN MADING : Siswa SMP Mutual Kota Magelang membuat mading dari artikel di surat kabar.
BIKIN MADING : Siswa SMP Mutual Kota Magelang membuat mading dari artikel di surat kabar.

RADARSEMARANG.COM – SMP Mutual Kota Magelang pada tahun ajaran 2018/2019 ini menerima 120 siswa baru. Kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dilakukan sejak Selasa (10/7) lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan siswa baru terhadap lingkungan sekolah.

Pengenalan tidak hanya kepada lingkungan tetapi juga mengenalkan tata tertib sekolah. Keakraban terjalin antarsiswa baru dengan guru dan pembimbing. Acara pembukaan MPLS ditandai dengan pelepasan balon udara yang telah digantungi kertas bertuliskan cita-cita masing-masing siswa.

Sebagai sekolah yang menonjolkan keagamaan, SMP Mutual Kota Magelang memulai kegiatan sekolah dengan literasi dan salat Duha. Pada hari kedua MPLS siswa baru mengikuti kegiatan literasi media massa dengan membaca Jawa Pos Radar Semarang, dan pemutaran film pendek bertema lingkungan. Antusiasme siswa sangat terlihat ketika mereka diberi waktu untuk mengekspresikan media yang sudah ia baca maupun film yang mereka lihat.

“Literasi sangatlah penting. Karena membaca adalah jendela ilmu pengetahuan. Kami berharap dengan gerakan literasi, baik itu literasi Alquran maupun literasi buku ilmiah, akan menumbuhkan minat baca siswa,“ terang seksi pelaksana kegiatan MPLS, Nurul Fadhilah didampingi kepala SMP Mutual Kota Magelang Wasi’un.

Jika anak-anak sudah rajin membaca maka ia akan bisa lebih leluasa dan lebih luas dalam menggali ilmu pengetahuan. Pada hari ketiga siswa baru diminta membawa barang-barang tak terpakai dari rumah untuk dibuat hiasan yang bermanfaat dan bernilai seni. Mereka mendapatkan pembekalan keterampilan membuat prakarya secara berkelompok.

Kemudian siswa diminta presentasi. Memaparkan hasil kreasinya dari barang bekas tersebut di depan kelompok lain. Hal ini dilakukan untuk menunjang sekolah menjadi sekolah Adiwiyata.

Selain itu sekolah memberikan ruang kepada siswa baru untuk membuat majalah dinding bertema lingkungan, go green. Pada hari ke tiga tersebut, siswa baru akan diarahkan pada pengayakan peminatan sesuai dengan bakat dan minat siswa (Mutual go talent). Siswa baru akan membentuk kelompok dan mengikuti lomba berupa seni, agama dan ilmu pengetahuan. (tim)