Kenang Sejarah Kampung Sebelum Tenggelam

1292
WISATA MANGROVE : Warga naik perahu menjelajah hutan mangrove di Desa Bedono, Kecamatan Sayung. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
WISATA MANGROVE : Warga naik perahu menjelajah hutan mangrove di Desa Bedono, Kecamatan Sayung. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Wisata hutan mangrove di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, menjadi daya tarik bagi masyarakat. Mereka menghabiskan liburan sekolah diisi dengan wisata pantai. Dengan biaya terjangkau, warga termasuk anak-anak dapat naik perahu menjelajah kawasan mangrove di bekas perkampungan yang terendam air laut tersebut.

Tokoh pemuda asal Sayung, H Gufron menuturkan, wisata mangrove cukup mengasyikkan. Dengan naik perahu, mereka dapat mengenang sejarah ketika perkampungan itu sebelum tenggelam oleh rob.

“Kita ingat bagaimana banyak rumah dan areal pertambakan yang kini sudah seperti lautan,” katanya.

Tokoh setempat, Naim Anwar menyambut baik pengembangan wisata mangrove di Bedono tersebut. “Wisata mangrove ini bisa melengkapi wisata relligi Syeh Mudzakir yang makamnya di tengah laut,” ujarnya. (hib/zal)