Gizi Sehat dan Seimbang Cegah Penyakit Diabetes

160

Diampu Oleh: Pakar Gizi RSUP dr Kariadi, dr Khairuddin, Sp.GK

RADARSEMARANG.COM – DIABETES Adalah penyakit kronis yang bisa menyerang siapa saja. Penyakit ini mengancam semua kalangan yang tidak melakukan gaya hidup sehat. Salah satunya dari makanan, sering mengkonsumsi karbohidrat, fast food dan hingga makanan instan menjadi penyebab munculnya penyakit ini.

Pakar Gizi RSUP dr Kariadi, dr Khairuddin, Sp.GK mengatakan jika pola makan dan perilaku hidup sehat harus dijalankan sebagaimana mestinya. Apalagi saat ini banyak masyarakat yang melupakan olahraga dan suka mengkonsumsi makanan dengan kadar kalori yang terlalu tinggi. “Asupan kalori yang tinggi ini menjadi salah satu faktor munculnya diabetes yang dipengaruhi gaya hidup tidak sehat,” katanya.

Untuk pencegahan penyakit ini, lanjut dia, seseorang harus bisa mengatur pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik. Pola makan yang bagus adalah seimbangnya gizi antara karbohidrat, protein, lemak, air dan serat. “Ditambah mengkonsumsi minuman yang manis ataupun soft drink, menyebabkan potensi penyakit ini bisa tumbuh,” tambahnya.

Ia mencontohkan setiap kali makan, konsumsi sayur dan lauk harus lebih banyak dari pada nasi. Pasalnya di dalam nasi terdapat karbohidrat yang digunakan sebagai bahan pembakaran ketika beraktivitas. “Maka dari itu harus rajin berolahraga agar tidak menjadi gula darah. Karena semakin tinggi gula darah semakin menyebabkan reaksi insulin dalam tubuh akan bertambah tinggi pula,” ucapnya.

Dalam ndeks glikemiks jenis makanan yang bagus atau aman bagi penderita diabetes atau sebagai pencegahan adalah makanan dengan ukuran dibawah 30 atau 40, contohnya nasi merah. Namun jika tetap mengkonsumsi nasi putih biasa, harus disiasati dengan pemberbanyak jumlah konsumsi serat seperti sayur ataupun buah, atau lauk hewani dan nabati. “Misalnya makan 3 kali dalam sehari, harus ada komposisi seimbang antara nasi dan lauk, kandungan karbohidrat, protein, lemak dan serat juga harus seimbang,” tambahnya.

Selain itu, di jeda antara makan pagi, siang ataupun malam, harus mengkonsumsi camilan dengan serat yang tinggi, misalnya buah apel dan semangka. Bisa juga disiasati dengan mengkonsumsi oatmeal dan mengurangi camilan berbahaya misalnya saja gorengan, es krim, dan makanan yang berbahan dasar tepung. “Konsumsi air putih juga diwajibkan, jangan minum yang terlalu manis atau bisa menggunakan gula yang rendah kalori,” katanya.

Konsumsi soft drink atau minuman dalam kemasan pun juga harus dikurangi, selain itu minimal harus menyediakan waktu 30 menit dalam sehari untuk olahraga dan dilakukan 5 kali dalam seminggu. Ditambah perbanyak istirahat dan mengurangi begadang, karena dengan beristirahat cukup sel-sel tubuh yang rusak akan bisa diperbaiki.

“Banyak kasus karena pola makan dan gaya hidup tidak sehat menyebabkan berbagai penyakit kronis, misalnya diabetes, stroke, jantung bahkan gagal ginjal. Dari segi usia, pengidapnya kini banyak yang usianya dibawah 30 tahun,” pungkasnya. (den/bas)