Dewan Minta Rob Ditangani Serius

190
KAWASAN ROB : Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman bersama warga saat meninjau langsung tanggul di Pekalongan Utara, kemarin. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KAWASAN ROB : Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman bersama warga saat meninjau langsung tanggul di Pekalongan Utara, kemarin. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sukirman berjanji akan mengawal proses penanganan rob yang sudah bertahun-tahun terjadi di pesisir utara termasuk Pekalongan. Sebab, tanggul yang ada saat ini sudah mulai rusak dan tidak kuat saat air laut pasang. Jika kondisi tersebut tak segera tertangani, rumah warga yang dekat dengan kawasan pesisir akan hilang diterjang rob.

“Kondisinya memang sudah darurat dan harus segera diatasi agar rob tak menerjang rumah warga di Pekalongan Utara. Saya sudah melihat langsung kondisi di lapangan,” kata Sukirman usai bertemu dengan sejumlah warga di Aula Balai Taman Mangrove, Kabupaten Pekalongan.

Politisi PKB ini menambahkan, bahwa masyarakat ingin penanganan rob dilakukan secepatnya. Terlebih mereka sudah bertahun-tahun menderita karena rob. Karena itulah, ia siap membantu dan mengawal proses pembenahan tanggul supaya tidak ada pembiaran sehingga rob bisa tertangani. “Kami siap membantu dan mengawal penanganan secepatnya tanggul penahan air yang rusak,” tambahnya.

Sukirman menambahkan, pembenahan tanggul nantinya akan dimasukkan ke dalam anggaran perubahan agar. Pihaknya juga meminta eksekutif bersama jajaran dinas untuk menurunkan tim ahlinya menangani permasalahan dan membuat skema penanganan secepatnya. “Masyarakat harus ikut pro aktif dan kerja bareng. Yakni, dengan terus menjaga kelestarian alam dan menanam mangrove sebagai upaya mengatasi abrasi,” tambahnya.

Ketua LBH Pekalongan, Ferry mengatakan, perlu penambahan tanggul penahan sepanjang 1.300 meter di bibir pantai Pekalongan Utara. Sedangkan tanggul penahan yang ada, sudah lama rusak lantaran tidak kuat menahan terjangan air laut saat pasang. “Kami berharap pembangunan tanggul yang baru cepat dikerjakan, karena banyak warga yang sudah kehilangan pekerjaan akibat ladang tergenang air laut,” katanya. (fth/ida)