Bocah 7 Tahun Dicabuli Sepupu

407
MINTA KEADILAN : Korban pancabulan dan ibunya saat melaporkan kasusnya di PPA Satreskrim Polres Batang, Jumat (13/7). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
MINTA KEADILAN : Korban pancabulan dan ibunya saat melaporkan kasusnya di PPA Satreskrim Polres Batang, Jumat (13/7). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Seorang bocah berusia 7 tahun diperkosa berulangkali oleh kakak sepupunya. Peristiwa tersebut terjadi saat pelaku tidur di rumah korban di Kabupaten Batang, pada Lebaran lalu.

Kasus asusila tersebut baru diketahui saat korban berinisial J ini bercerita dengan ibunya bahwa telah dicabuli oleh PA, 18, kakak sepupunya.

Kasus tersebut bermula saat ibu korban menerima telepon dari keluarganya bahwa pelaku akan menginap di rumahnya. Karena sudah sering menginap, ibu korban tidak menaruh curiga kepada pelaku.

Selang beberapa waktu, dari keterangan ibu korban, anaknya beberapa kali diajak keluar rumah oleh pelaku, jalan-jalan naik motor. Mungkin karena kecapekan, korban tiba-tiba sakit dan muntah-muntah sehingga minta dipijit ibunya.

“Saat sedang saya pijitin, anak saya cerita bahwa dia, barusan di ‘uuk’, sama mas AP,” ceritanya saat melapor di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Jumat (13/7).

Sang ibu pun meminta anaknya cerita lebih detail. Bahkan anaknya mempraktikkan bagaiaman pelaku mencabulinya. Korban dicabuli hingga 3 kali. Semua dilakukan di dalam rumah korban. Di ruang televisi dan dua kali di dalam kamar.

Atas cerita anaknya, ibu korban bergegas pergi ke bidan desa untuk memeriksakan alat kelamin J. Hasilnya memang terjadi pembengkakan dan lebam di alat kelamin korban. “Bidan sampai menangis saat memeriksa anak saya, karena luka di kelaminnya,” jelasnya.

Dengan diantar oleh ibu dan kerabatnya akhirnya memberanikan diri lapor ke Polres Batang.  Bahkan juga sudah dilakukan beberapa kali visum oleh dokter setempat dan terbukti ada lebam dan luka di kelamin korban.

Perwakilan LSM Pelangi Nusa Jatmiko, yang turut mendampingi korban, meminta kasus ini harus diteruskan hingga pengadilan. Harus ada keadilan kepada keluarga korban.

“Kami berharap kasus ini diselesaikan secara hukum, dan porses sampai pengadilan seperti perimintaan keluarga korban,” tegasnya. (han/zal)