33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Banyak Pedagang Hengkang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Enam bulan setelah diresmikan pada 8 Januari 2018 lalu, Pasar Srondol Kulon masih belum beroperasi optimal. Pasar yang difungsikan sebagai pusat kuliner dan produk unggulan Kota Semarang itu masih sepi aktivitas.

Bahkan banyak pedagang meninggalkan kios karena mengeluh sepi pembeli. Awalnya ada sekitar 50 pedagang, namun kini hanya tersisa 12 pedagang. Berdasar pantauan Koran ini, 10 berdagang di lapang, satu di kios dan satu di klaster.

Salah satu penjual soto di Pasar Srondol, Ira mengatakan, pendapatannya menurun setelah dipindah dari Pasar Srondol lama ke Pasar Srondol baru.

“Pendapatan saya menurun drastis, dulu orang motoran lewat mampir sebentar untuk beli karena lokasi warung emplek-emplek di pinggir jalan. Tapi sekarang lokasi warung di dalam, jadi sedikit yang tahu, tahunya saya sudah tutup. Pasar ini sepi karena pembeli merasa barang-barang yang dijual nggak komplit.” ujanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Penghuni kios lain, Sriyono, 55, mengaku meski pelanggan sudah kembali, namun belum ada peningkatan. Sementara pengeluaran tetap banyak. Ia berharap retribusi pasar tidak naik terus. “Sekarang sudah mulai ramai lagi, meskipun tidak ada peningkatan. Tapi kalau retribusinya naik terus, ya kita berat,” ungkap pria yang harus mengeluarkan Rp 5 juta per tahun untuk sewa kios itu.

Para pedagang berharap Pemkot Semarang ikut mempromosikan Pasar Srondol baru, sehingga masyarakat tahu dan mau berbelanja. Termasuk kios-kios yang ada juga harus dioptimalkan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Danur Rispriyanto meminta pemkot dalam hal ini Dinas Perdagangan meningkatkan peran dalam mengoptimalkan pasar-pasar di Kota Semarang.

“Jangan sampai gencar melakukan revitalisasi, tapi tidak bisa berfungsi optimal ketika sudah jadi. Pembangunan yang telah menghabiskan anggaran banyak menjadi sia-sia. Jangan sampai ini terjadi,” kata Legislator dari Fraksi Demokrat itu.

Danur mengatakan, Pasar Srondol Kulon dibangun memang untuk memfasilitasi para pelaku usaha kuliner maupun UMKM di wilayah atas. Namun niatan membangun pasar tidak dibarengi sistem promosi yang baik. Pemerintah harus bisa membackup supaya pedagang maupun calon pembeli tahu kalau di sana ada sebuah pasar kuliner. Harus diimbangi dengan bantuan promosi. “Paling tidak ada petunjuk arah kalau di sana ada pusat kuliner atau UMKM.  Seperti di Pekunden, di sana ada gerbang bertuliskan Kuliner Pekunden,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengisi kios yang kosong Dinas Perdagangan bisa menawarkan kepada masyarakat dengan kriteria dan ketentuan yang ditetapkan. Membuat event di lokasi pasar. Dinas Perdagangan juga diminta bersinergi dengan dinas lain, seperti Dinas Koperasi dan Dinas Perindustrian, untuk mengoptimalkan Pasar Srondol Kulon.

“Ini salah satu cara pemerintah menunjukkan kepeduliannya terhadap pedagang, Sehingga pedagang terbantu dalam hal promosi dan pasar akan lebih optimal,” tandasnya. (mg11, mg14/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kim Lagi-lagi ke Xi

Oleh: Dahlan Iskan Bukan main dinamisnya perkembangan di Asia Timur. Kim Jong-un bikin berita lagi. Pemimpin tertinggi Korut itu ke Beijing lagi. Rabu lalu. Untuk...

Bakal Calon Bupati PKS Kenalkan Diri

MUNGKID-- Bakal Calon Bupati Magelang yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Budi Santoso mulai menggelar roadshow ke sejumlah tempat. Budi menggandeng mantan Kepala Badan...

Borobudur Marathon Utamakan Kenyamanan Runners

SEMARANG – Yayasan Borobudur Marathon bekerjasama dengan Pemprov Jawa Tengah kembali menggelar lomba lari berlevel internasional, Borobudur Marathon 2017. Event tahunan yang digelar sejak...

Nelayan Jateng Diminta Tak ke Mimika

SEMARANG – Legislator Jateng meminta nelayan dari provinsi ini tidak melakukan penangkapan ikan di perairan sekitar Mimika, Papua hingga situasinya kondusif. Saat ini situasi...

194 Rider Ambil Bagian

RADARSEMARANG.COM, BOYOLALI – Kabut tipis yang turun dari puncak Merapi ke arah New Selo saat track 76 IDH URBAN 2018, hari pertama kemarin (31/3)...

Mensyukuri 11 Tahun Hati Baru

Oleh Dahlan Iskan Mumpung hari itu ke laboratorium, saya “titip” untuk sekalian ditest kadar tacrolimus saya. Agar seminggu lagi tidak perlu ke laboratorium hanya khusus...