RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sepanjang Januari sampai Juli 2018, Badan Nasional Propinsi (BNNP) Jateng telah meringkus sebanyak 19 tersangka kasus narkotika dari 9 kasus. Jumlah itu, masih akan bertambah. Sedangkan di sepanjang tahun 2017 silam, pihak BNNP Jateng telah meringkus sebanyak 40 orang dari berbagai kasus narkoba.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNNP Jateng, Suprinarto, menjelaskan, tingkat peredaran narkoba masih sama dengan tahun sebelumnya. “Masih standar. Tapi kami akan terus melakukan pemberantasan, meski pada tahun ini melampaui batas target yang ditentukan oleh pusat. Pada tahun ini, dipastikan jumlah 19 tersangka kasus narkoba ini akan bertambah,” tegasnya.

Jumlah tersangka yang berhasil diringkus sebagian besar hasil dari pengungkapan di daerah Solo Raya. Namun, peredaran narkoba sebetulnya menyebar merata terutama di daerah atau kota-kota besar termasuk di Pantura dan Kota Semarang.

“Hasil analisa kami, pertama Solo Raya, kemudian Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga. Di wilayah Pantura, mulai Tegal, Pemalang, Pekalongan Batang, Kota Semarang dan sekitarnya termasuk Kabupaten Semarang dan Salatiga,” bebernya.

Sementara jenis narkotika yang paling banyak tersebar di wilayah-wilayah tersebut adalah sabu-sabu. Bahkan menurut Suprinarto, barang-barang terlarang tersebut dipasok dari bandar-bandar jaringan internasional. Hal ini diketahui, dari banyaknya pengungkapan kasus, termasuk dari Thailand yang dibawa seorang perempuan.

“Terbaru adalah perempuan asal Nathorn Thailand, Wilaiam Booyiam alias WB, 22, yang ditangkap di Bandara A Yani lalu dengan membawa 1,149 kg sabu-sabu. Bahkan, barangnya berkualitas bagus. Barang-barang seperti ini kebanyakan dari China, Thailand, dan Malaysia,” katanya.

Dari kasus penangkapan WB, jelasnya, BNNP terus melakukan penelusuran. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui barang tersebut akan diserahkan kepada seseorang yang tak dikenalnya. Namun transaksinya di sebuah hotel di Kota Semarang. “Ini masih kami selidiki. Kami juga telah mendatangi hotel yang dipakai untuk pertemuan. Hasilnya masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala BNNP Jateng, Tri Agus Heru Prasetyo mengakui barang-barang narkotika sekarang ini mudah masuk ke Indonesia, baik melalui jalur paket maupun penumpang. “Ini yang harus kita waspadai. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan mapping dan penelusuran. Terutama barang-barang yang sudah masuk maupun yang akan masuk,” imbuhnya. (mha/ida)