Wajib Periksa Tenggorokan dan Mulut sebelum “Bekerja”

Mengikuti Cek Kesehatan Penghuni Lokalisasi Sunan Kuning Pasca Libur Panjang

129
PERIKSA MULUT: Para penghuni lokalisasi Sunan Kuning Semarang saat dilakukan pemeriksaan mulut dan tenggorokan, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERIKSA MULUT: Para penghuni lokalisasi Sunan Kuning Semarang saat dilakukan pemeriksaan mulut dan tenggorokan, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Para penghuni lokalisasi Argorejo, Kalibanteng Kulon, Semarang kembali “bekerja” setelah libur panjang puasa Ramadan dan lebaran. Sebelum bekerja melayani tamu, para pekerja seks komersial (PSK) itu pun dilakukan pemeriksaan kesehatan.

NUR WAHIDI

PULUHAN penghuni lokalisasi yang dikenal dengan nama Sunan Kuning (SK) itu kemarin (12/7) dikumpulkan di aula RW setempat. Mereka mengenakan baju putih dengan bawahan hitam. Setelah diberikan beberapa sambutan serta acara halal bihalal pasca Lebaran, satu per satu para anak asuh itu dilakukan pemeriksaan kesehatan. Selain melakukan skrining, mereka juga menjalani pemeriksaan tenggorokan dan mulut.

“Ini belum semua anak asuh yang memeriksakan kesehatannya, karena masih ada anak asuh yang liburan di desa dan belum kembali ke sini sejak puasa Ramadan lalu,” kata Ketua Resosialisasi Argorejo, Suwandi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (12/7).

Suwandi mengatakan, untuk pemeriksaan kesehatan itu dilakukan secara wajib. Bahkan apabila diketahui ada anak asuh tidak melakukan pemeriksaan kesehatan, terancam terena sanksi. Sanksi yang paling berat tidak boleh beroperasi di lokalisasi Sunan Kuning.

“Kalau ada anak asuh yang melanggar atau tidak memeriksakan kesehatan secara berturut-turut, tentunya sanksinya berupa teguran sampai sanksi paling berat tidak boleh tinggal di tempat ini (lokalisasi SK),” ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan ini rutin dilakukan oleh petugas Puskesmas Lebdosari. Biasanya dibantu beberapa mahasiswa koas dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Khusus dalam pemeriksaan kemarin, hanya dibantu oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Unissula.

“Mereka diperiksa mulutnya, apakah ada penyakitnya atau tidak? Jika ada penyakit, nantinya akan dilakukan pengobatan jalan,” katanya.

Selain pemeriksaan kesehatan, lanjut Suwandi, para anak asuh juga diberikan pelatihan. Selain itu, Resosialisasi Argorejo juga menggelar senam bersama setiap Sabtu dan Minggu, serta diwajibkan untuk menabung.  “Mereka wajib mengikuti kegiatan mulai dari senam hingga pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Salah seorang dokter gigi koas Unissula, Burhan Yoga, mengatakan, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah anak asuh tersebut sakit atau ada jamur di bagian mulutnya? Namun setelah  semua diperiksa, tidak ditemukan adanya penyakit.

“Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk menghindari penyakit seperti AIDS atau penyakit kelamin lainnya. Alhamdulillah dalam pemeriksaan kali ini tidak ditemukan adanya penyakit,” katanya.

Ditambahkan Burhan, pemeriksaan rongga mulut, bibir, gusi, langit-langit atau palatum, bukal atau pipi bagian dalam, lidah, dan faring ini untuk mengantisipasi penyakit, seperti candidiasis atau jamur di dalam mulut yang bisa menyebabkan bau mulut.

“Dari pemeriksaan ini tidak ditemukan adanya penyakit yang disebabkan oleh jamur atau lainnya,” tandasnya.

Salah seorang anak asuh, Ira, 25, mengaku, senang dengan adanya pemeriksaan ini. Sebab, melalui pemeriksaan ini, ia menjadi tahu kondisi kesehatannya. Apalagi pekerjaannya rentan dengan penularan penyakit.

Selain itu, dengan adanya pemeriksaan ini apabila ditemukan penyakit secepatnya dapat ditindaklanjuti dengan pengobatan secara intensif.  “Dengan adanya pemeriksaan ini, bisa diketahui penyakit yang diderita. Alhamdulillah sampai saat ini masih diberi kesehatan,” katanya penuh syukur. (*/aro)

Silakan beri komentar.