SKTM dan Masa Depan Kejujuran Anak Kita

263
Oleh: Malik Athafarras
Oleh: Malik Athafarras

RADARSEMARANG.COM – Penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang tidak tepat dapat meresahkan masyarakat. Terutama bagi peserta didik SMA/SMK negeri yang merasa dirugikan dengan adanya SKTM tersebut. SKTM merupakan salah satu jurus ampuh menambah poin PPDB online terutama bagi calon peserta didik yang kurang percaya diri.

SKTM seharusnya digunakan untuk membantu keluarga yang kurang mampu untuk bersekolah. Apa jadinya jika orang-orang yang sebenarnya mampu tapi menggunakan SKTM? Berbohong demi masuk sekolahan favorit jelas bukan perilaku yang baik.

Dari kasus-kasus yang terkumpul di PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun 2018 terbukti bahwa SKTM digunakan oleh orang-orang yang tergolong mampu. Upaya Kecurangan beberapa orang tua telah terbukti ketika diadakan survei oleh tim PPDB masing masing sekolah.

Seperti yang dilansir di detiknews, ada 6 surat SKTM abal-abal di SMAN 1 Magelang. Tim PPDB SMAN 1 Magelang langsung menindaklanjuti, hasilnya, 4 surat ditemukan tidak layak dan 2 surat telah dicabut sebelum diverifikasi.

Masih di Jawa Tengah, Eko Kusriyanto ketua PPDB Online SMK di Blora mendapatkan instruksi dari pusat untuk melakukan survei terhadap pengguna SKTM. Eko mengungkap bahwa tim PPDB kuwalahan karena dari 800 pendaftar, 600 diantaranya ber-SKTM.

Penggunaan SKTM guna mendaftar sekolah di Jawa Tengah telah diatur di Pergub No 5 tahun 2018. Tetapi pada kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang tertera di dalamnya. Seperti batasan nilai penggunaan SKTM dan kriteria miskin menurut peraturan SKTM.

Peraturan PPDB terbaru, Pergub No 64 tahun 2018 juga ikut mengatur bagaimana seharusnya SKTM berjalan. SKTM diatur dari 14 tinjauan untuk dapat dikatakan keluarga miskin (Gakin) yang membuat SKTMnya valid. Namun, di SMK 1 Blora, hampir 100 persen menggunakan SKTM agar mendongkrak poin prioritas diterimanya.

Sejauh ini yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo adalah benar, yaitu mencoret nama-nama yang menggunakan SKTM abal-abal. Selain itu hal yang harus dilakukan guna memberantas SKTM abal-abal adalah memberikan hak penuh kepada sekolah untuk menindaklanjuti siswa siswi yang terbukti memalsukan data demi prioritas SKTM.

Ketegasan tim verifikator juga diperlukan untuk memberantas penggunaan SKTM abal-abal. Selain dari pihak sekolah, pihak pemerintahan juga harus lebih tegas dalam pembuatan SKTM tersebut. Tahap pembuatan SKTM memerlukan data yang valid.

Sebaiknya bagi keluarga yang mampu tidak memalsukan data demi SKTM untuk tujuan sekolah pilihan. Jika kita memaksakan anak yang tidak seharusnya masuk di sekolah pilihan, apakah mereka mampu dengan kecepatan orang-orang yang masuk melalui jalur normal? Kita juga harus berpikir ke depan untuk masa depan mental anak kita.

Pilihan yang tepat adalah yang sesuai dengan ketentuan dan kemampuan. Kejujuran juga diutamakan, karena jika dari awal saja orang tua sudah mendukung aksi ketidakjujuran, maka apa jadinya anak kita nanti? Kadang sebagai manusia suka lupa dengan kemampuan diri sendiri dan suka minder terhadap orang lain. Sikap yang seharusnya kita bangun, malah kita rusak demi kata “sekolahku sekolah pilihan”.

Jujurlah, maka jalan terbaik akan dibuka dan akan dipermudah. Karena dengan kejujuran kita bisa tenang dan berpikir lebih jernih. Sedangkan dengan kebohongan, hidup kita menjadi berantakan dan membuat orang tidak percaya lagi terhadap kita. (*)

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Sampoerna Jakarta