Siapkan Proyek LRT Bandara-Pasar Bulu

312
Irwansyah (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Irwansyah (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang semakin serius dalam menggarap pembangunan Light Rail Transit (LRT). Mega proyek yang rencananya akan dimulai pada 2019 ini terus digodok Pemkot Semarang bersama Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang.

Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah, ditemui usai mengikuti Forum Group Discussion (FGD) Jalur Khusus Trans Semarang dan Pengembangan LRT Kota Semarang menjelaskan, saat ini perencanaan LRT telah sampai pada tahap pembahasan konsep. Irwansyah membeberkan, tahap awal LRT Kota Semarang nantinya akan terintegrasi dari Bandara Internasional Ahmad Yani menuju kawasan Jantung Kota.

“Tahap awal nanti akan dimulai dari Bandara Ahmad Yani menuju ke Pasar Bulu. Kebetulan kan bandara kita ini sudah bagus dan skala internasional. Ke depan tentunya akan terintergrasi ke Simpang Lima dan seterusnya,” ujarnya saat FGD di Kampus Undip Tembalang, Kamis (12/7).

Menurutnya, pembangunan LRT Kota Semarang ini menjadi salah satu prioritas Pemkot Semarang untuk mendukung kemajuan kota lunpia. Di sisi lain, pembangunan LRT juga untuk melengkapi transportasi massal yang terintegrasi dengan bandara. “Proyek ini juga tercantum dalam Perda Nomor 14 tahun 2011 yang menyebut bahwa LRT menjadi salah satu proyek yang telah direncanakan sejak lama,” katanya.

Disinggung mengenai kemungkinan terintegrasinya LRT Kota Semarang menuju Simpang Lima, Irwansyah mengaku hal tersebut bukan sesuatu yang tidak mungkin. Namun demikian, rencana integrasi tersebut belum dapat dilaksanakan pada tahap awal pembangunan LRT. Pasalnya, pihaknya saat ini juga sedang menyusun penataan kawasan Simpang Lima.

“Saat ini sedang disusun penataan kawasan Simpang Lima dengan konsep underground, dan konsepnya adalah superblock satu kawasan. Ini juga nantinya LRT akan terhubung. Di awal ini, saya pikir yang kita butuhkan ya dari bandara ke Pasar Bulu dulu. Nanti kalau perencanaan sudah jadi, baru kita bisa hubungkan dengan Simpang Lima (LRT-nya, Red) ,” paparnya.

Ketua Harian DP2K Semarang, Prof Sudharto P Hadi, mengatakan, rencana pembangunan LRT merupakan langkah bagus Pemkot Semarang dalam upaya mengurai kemacetan. Akan tetapi, Sudharto mengimbau kepada Pemkot Semarang untuk dapat belajar dari kota-kota lain dalam melaksanakan pembangunan tersebut. Salah satunya adalah dengan mengambil langkah antisipasi pada problem yang akan muncul pada masa pengerjaan.

“Sosialisasikan. Masyarakat harus tahu bahwa akan ada pembangunan infrastruktur seperti ini, sehingga nanti akan terjadi kemacetan. Itu antisipasi. Seperti di Jakarta dulu awal-awal pembangunan kan muncul macet, dan ini segala pihak harus memperhatikan,” terangnya.

Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip) itu menegaskan, Pemkot Semarang harus segera menyelesaikan perencanaan dan menyegerakan proses pembangunan. Pasalnya, moda transportasi publik ini merupakan solusi yang tepat untuk masalah kemacetan, khususnya di kota besar seperti Semarang. “Mumpung di Semarang belum macet dan penduduknya masih sekitar 1,7 juta jiwa, itu harus segera diantisipasi, dan yang penting adalah transportasi publiknya, tidak ada cara lain,” katanya. (tsa/aro)