Semester Pertama Baru 30 Persen

131
AR Hanung Triyono (SULISTIONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AR Hanung Triyono (SULISTIONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Progres pembangunan infrastruktur (jalan dan jembatan) di Jateng hingga semester pertama 2018 mencapai 30 persen. Meski masih tergolong rendah, namun pihaknya optimistis pada Oktober mendatang capainnya di angka 90 persen.

“Ada sekitar 2.400 kilometer lebih jalan baik yang kita tingkatkan sarananya maupun direhabilitasi dan dirawat, dengan nilai anggaran lebih dari Rp 800 miliar,” terang Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, AR Hanung Triyono saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (12/7).

Pria yang akrab dipanggil Hanung ini menambahkan, salah satu hambatan yang membuat proyek infrastruktur di Jawa Tengah agak terlambat satu bulan adalah proses penandatanganan yang baru dilelang dan ditandatangani bulan Maret. Namun, dia mengaku sudah memiliki solusi untuk “memutus” hambatan tersebut.

“Sebelum akhir tahun harus ada proses lelang untuk lelang berikutnya, sehingga pengerjaan proyek bisa segera dilakukan paling tidak Januari atau Februari,” ujarnya.

Sementara itu terkait permintaan agar penanganan jalan baru jalur Salem-Banjarharjo pasca bencana tanah longsor untuk dipercepat, Hanung menyatakan bahwa pihaknya sudah membuat Detail Engineering Design (DED), namun terkait peningkatan pembangunan jalan belum bisa dilakukan tahun ini.

“Saya berharap proyek jalan baru di Salem itu bisa kita kerjakan tahun 2019. Tidak perlu menunggu tahun 2020, karena kita menyadari jalan tersebut sangat vital bagi warga di sana,” harapnya.

Khusus untuk pembuatan jalan baru menggantikan jalur lama, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 54 miliar, dengan panjang jalan 8 kilometer dan lebar 7 meter.

“Dana sebesar itu dengan asumsi jalannya dibeton, kalau diaspal bisa lebih murah lagi biayanya. Tapi kemungkinan nanti dimix aspal dan beton karena kondisi tanahnya yang tidak memungkinkan jika dibeton semua, ” tandas Hanung.

Meski jalan baru saat ini masih sebatas jalan makadam, pihaknya tidak merekomendasikan masyarakat melewati jalan lama, karena kondisinya terlalu berbahaya.

“Bersama dinas terkait kita tidak rekom lewat jalan lama, apalagi kalau hujan, itu akan sangat membahayakan,” tandas Hanung. (ae1/zal)

Silakan beri komentar.