PPKBD Ujung Tombak Keberhasilan Program KB

209
SOSIALISASI: Bupati Semarang Mundjirin yang menggendong cucunya menyalami kelompok PPKBD Kaliwungu yang mengikuti lomba gerak dan lagu sosialisasi program KKBPK, kemarin. (ISTIMEWA)
SOSIALISASI: Bupati Semarang Mundjirin yang menggendong cucunya menyalami kelompok PPKBD Kaliwungu yang mengikuti lomba gerak dan lagu sosialisasi program KKBPK, kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Peran Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) sangat penting untuk mensukseskan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Jawa Tengah.

Hal itu dikatakan oleh Kepala BKKBN Perwakilan Jawa Tengah Wagino usai Jambore Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) KB tingkat Kabupaten Semarang di Lapangan Tambakboyo, Ambarawa, Kamis (12/7).

“Selain memahami kondisi wilayah serta perilaku warga setempat, PPKBD juga menggantikan peran petugas Penyuluh Lapangan KB (PLKB) yang jumlahnya semakin berkurang,” kata Wagino.

Dikatakannya, alokasi dana program KKBPK di Jateng tahun ini meningkat 400 persen dibanding tahun lalu. Termasuk didalamnya dana operasional para PPKBD untuk mendukung program keberhasilan program KB.

Penambahan alokasi dana program KKBPK itu dimaksudkan agar prosentase keberhasilan program terus meningkat. Dikatakannya, berdasarkan survei demografi kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, total fertility rate atau angka fertilitas rata-rata turun dari 2,5 menjadi 2,3.

Angka itu lebih rendah dari TFR Nasional sebesar 2,4. Hal itu menunjukkan tingkat kesadaran warga akan pentingnya KB semakin baik. Disisi lain, diakui pencapaian peserta KB baru pada 2017 hanya 82 persen dari target 171 ribu pasangan.

Ditegaskan, pada 2018 ini kapasitas dan kompetensi PPKBD akan terus ditingkatkan untuk mendukung pencapaian target 103 ribu peserta KB baru. “Jambore IMP yang menekankan pada peningkatan kompetensi kader PPKBD ini akan terus ditingkatkan. Termasuk menyelenggarakan acara serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Semarang Mundjirin yang juga hadir pada kesempatan itu mengatakan meski prosentase peserta KB di Kabupaten Semarang mencapai 83 persen dari total pasangan usia subur (PUS), para kader PPKBD diimbau tetap bekerja keras melaksanakan upaya KIE program KB.

“Langkah komunikasi, informasi dan edukasi sangat strategis dilakukan agar warga sadar pentingnya program KB. Sekaligus untuk menekan angka pernikahan dini yang masih menjadi masalah pembangunan kependudukan,” ujar Mundjirin. (ewb/bas)