Pendaftar Sekolah Swasta Membeludak

518
DAFTAR ULANG: Proses daftar ulang calon peserta didik baru yang diterima di SMA Negeri 1 Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DAFTAR ULANG: Proses daftar ulang calon peserta didik baru yang diterima di SMA Negeri 1 Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – BANYAKNYA calon peserta didik yang gagal diterima di SMA negeri karena menggunakan SKTM palsu membuat sekolah swasta mendapat berkah. Sejumlah sekolah swasta mengaku mendapat banyak limpahan siswa yang tidak diterima sekolah negeri. Jika sebelumnya sekolah swasta selalu deg-degan dan khawatir tidak mendapat siswa, tahun ini justru banyak calon siswa yang mendaftarkan diri ke SMA swasta.

SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang menjadi salah satu sekolah yang kebanjiran siswa baru.  Sehari pasca pengumuman SMA/SMK negeri, jumlah pendaftar ke sekolah ini membeludak. ”Sebelumnya paling sehari 10-15 pendaftar. Ini tadi bisa sampai 60-an pendaftar dan langsung membayar,” ujar Ketua Panitia PPDB SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang, Abdul Muis.

Sebenarnya, jumlah pendaftar sudah mulai banyak di detik-detik menjelang pengumuman SMA negeri. Banyak calon siswa yang mencabut berkas karena dari  pantauannya, mereka tidak masuk dalam deretan siswa yang diterima. ”Kemarin sebelum pengumuman SMA negeri memang sudah lumayan banyak, tapi tidak sebanyak hari ini tadi (kemarin),” katanya.

Tahun ini, SMA Islam Sultan Agung 1 menerima sekitar 500-an siswa. Sehari menjelang penutupan, SMA ini sudah menerima sekitar 450 siswa. ”Ini belum kami rekap, karena memang masih pada berdatangan,” ujarnya.

Tak hanya SMA Islam Sultan Agung 1, beberapa sekolah swasta lainnya juga mengalami peningkatan jumlah pendaftar. Di SMK Walisongo Semarang milsanya, kemarin terdapat 15 pendaftar baru. Di SMA Kesatrian 1 sampai kemarin sudah ada 365 pendaftar dari daya tampung 324 siswa, atau sudah mengalami kelebihan siswa. Padahal pada Rabu (11/7) lalu, baru ada 180 pendaftar.

Orangtua salah satu calon peserta didik, Joko Setyono mengaku kecewa anaknya tidak diterima di SMK Negeri 8. Padahal nilai anaknya dirasa cukup. “Saya agak kecewa. Nilainya sebenarnya bagus, tapi tidak diterima. Rata-rata orangtua mengeluhnya di situ. Akhirnya mau tidak mau harus daftar sekolah swasta,” ujarnya.

Joko berencana mendaftarkan anaknya ke SMA Muhammadiyah 1 Semarang. “Habis ini saya akan ke SMA Muhammadiyah 1 Semarang karena dekat rumah saya di Mrican. Tidak ada rencana ke sekolah lain, soalnya waktunya sudah mepet,” katanya.

Friski, 15, salah satu calon peserta didik juga merasa kecewa karena nilai di bawahnya dapat diterima dengan modal SKTM. Akhirnya, ia tidak diterima, dan memilih ke  sekolah swasta sebagai  alternatif.

“Nilai saya lebih tinggi dari teman saya, tapi malah dia yang ketrima, soalnya dia pakai SKTM. Saya kecewa sih. Tapi setelah cabut berkas di SMKN 8,  saya rencana mendaftar ke SMA 17 Agustus 1945,” terangnya.

Di SMK Pelita Nusantara 1 hingga Kamis (10/7) mengalami peningkatan jumlah pendaftar yang signifikan. Sebanyak 289 pendaftar telah mengembalikan formulir pendaftaran, dan 252 siswa telah melakukan daftar ulang. “Daya tampung siswa baru tahun ini 324 anak, kami yakin Sabtu besok bisa memenuhi target,” kata Saeroji, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMK Pelita Nusantara 1. (sga/mg12/mg13/mg9/mg11/aro)