Mediasi untuk Selesaikan Konflik

226
SOSIALISASI : Tim PKU Fakultas Hukum UM Magelang bersama Anggota Forum Kemitraan Pemolisian Masyarakat (FKPM) Kelurahan Rejowinangun Selatan. (DOK HUMAS UM MAGELANG)
SOSIALISASI : Tim PKU Fakultas Hukum UM Magelang bersama Anggota Forum Kemitraan Pemolisian Masyarakat (FKPM) Kelurahan Rejowinangun Selatan. (DOK HUMAS UM MAGELANG)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG-Pemahaman hukum Anggota Forum Kemitraan Pemolisian Masyarakat (FKPM) Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kota Magelang dalam menyelesaikan persoalan hukum relatif belum maksimal. Penyelesaian sengketa antarwarga memang dilakukan secara musyawarah namun belum menuangkan kesepakatan yang dicapai dalam dokumen tertulis, sehingga mufakat yang telah dicapai rawan terjadi pemyimpangan.

Tim Program Kemitraan Universitas  (PKU) Fakultas Hukum UM Magelang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota FKPM Kelurahan Rejowinangun Selatan dalam menyelesaikan sengketa melalui mediasi dan membuat akta kesepakatan. Tim diketuai oleh Puji Sulistyaningsih SH MH  dengan dua anggota yakni Heniyatun, SH MHum dan Yulia Kurniaty SH MH.

Kegiatan tersebut, kata Puji,  terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama yakni reorganisasi keanggotaan FKPM  yang diadakan 2 Maret 2018 di Kampung Paten Gunung. “Pada pertemuan tersebut dihadiri 22 peserta termasuk Kepala Kelurahan Rejowinangun Selatan,” ujar Puji, Kamis (12/7).

Adapun tahap kedua berupa pertemuan  tentang pembahasan hukum materiil terkait persolan-persoalan yang terjadi di wilayah sasaran yakni hukum pertanahan khususnya tentang sertifikat hak milik, hukum waris, dan hukum perkawinan, serta hukum kontrak khusus tentang utang piutang. Kegiatan dilakukan 28 Maret di Gedung FH UM Magelang.  Selain  itu juga disampaikan materi tentang hukum formil mengenai Alternatif Dispute Resolution (ADR).  Sedangkan tahap ketiga 10 April di Ruang Sidang Laboratorium Hukum FH UM Magelang berupa pelatihan yang dibagi menjadi dua sesi. “Pada tahap ini  dihadiri 12 anggota FKPM dengan sesi Pelatihan Analisis Konflik dan Komunikasi  serta Pelatihan Perancangan Akta Mediasi,” ujar Puji. (vie/ton)