Jumlah Penyuluh Masih Terbatas

248
BERI DUKUNGAN: Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Suyono saat menyapa Penyuluh Lapangan Keluaraga Berencana  (PLKB) dan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Batang. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI DUKUNGAN: Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Suyono saat menyapa Penyuluh Lapangan Keluaraga Berencana  (PLKB) dan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Batang. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Penyuluh Lapangan Keluaraga Berencana  (PLKB) dan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) memiliki peran besar dalam menyukseskan program Keluarga Berencana (KB).

Sebagai ujung tombak mereka dapat memberikan pemahaman untuk mengatur dan menekan laju pertumbuhan penduduk dengan program KB. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang Wihaji dalam halal bi halal PLKB dan PPKBD yang di gelar di Balai Desa Punganggan Kecamatan Limpung, Kamis (12/7).

“PLKB dan PPKBD sangat potensial sekali untuk diperdayagunakan dalam mensukseskan program pembangunan, seperti PKK, Darma Wanita di wilayah kerjanya, yang tidak diragukan lagi loyalitas semangat kerja  yang laur biasa,” kata Wihaji.

Lebih lanjut dikatakan, perlu adanya pendidikan dan pelatihan khusus bagi petugas PPKBD maupun PLKB supaya  lebih mengusai  materi tentang KB dan Peran PLKB dan PPKBD agar diperluas dalam lingkup kegiatan posyandu, dengan kegiatan-kegiatan pos pemberdayaan keluarga (posdaya).”Semoga dengan adanya para petugas ini mampu menghidupkan kembali masyakarakt untuk melaksanakan program KB,” tambahnya.

Wihaji juga berterimkasih para petugas PLKB dan para sukarelawan PPKBD  yang selama telah berkontribusi dalam pengabdian untuk  memberikan manfaat bagi masyarakat serta mensukseskan Program Pemerintah Pusat dengan mengampenyekan dua anak cukup.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan  Keluarga Berencana Kabupaten Batang dr Mukhlasin melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Penyuluh dan Penggerak Zeni mengatakan, petugas PLKB yang ada di Kabupaten Batang masih mengalami kendala dengan terbatasnya jumlah petugas lapangan, sehingga program – program  KB dirasa kurang optimal.

“Saat ini terdapat 85 petugas dan masing-masing petugas memegang 3-4 desa, yang idealnya satu PLKB memegang satu desa, tetapi sekarang terbantu dengan adanya Pendamping Petugas Keluarga Berencana Desa (PPKBD) yang secara suka rela membantu meringankan tugas PLKB,” ucapnya. (han/bas)