Eduard Tjong Siap Mundur

391
GAGAL: Head coach Persik Eduard Tjong merasa gagal membawa timnya bertarung di kancah Liga 2 saat ini. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAGAL: Head coach Persik Eduard Tjong merasa gagal membawa timnya bertarung di kancah Liga 2 saat ini. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Juru taktik Persik Kendal, Eduard Tjong merasa gagal dalam menukangi tim berjuluk Laskar Bahurekso yang saat ini masih terpuruk. Oleh karena itu pelatih 46 tahun berencana mundur dari tim yang baru promosi ke kasta kedua musim ini.

Di babak penyisihan pada Klasemen Wilayah Barat, dari 12 klub, Persik Kendal menempati posisi mengkhwatirkan di peringkat 11. Atau nomor dua dari bawah setelah PSIR Rembang. Itu artinya, Persik Kendal terancam terdegradas idan berlaga di kancah Liga 3 musim depan.

Pada beberapa laga terakhir, Persik Kendal juga tidak mampu mencetak gol di kandang sendiri. Pada Senin (3/7) lalu, berhadapan Semen Padang, tim Persik Kendal kalah telak 3-0. Selanjutnya pada Senin berikutnya (9/7) melawan Persis Solo, Persik Kendal kalah 1-0.

Jadi dua pertandingan terakhir di Kandang, Kendal tidak mampu mencetak gol dan gagal mengamankan poin. Persik Kendal baru mengumpulkan lima poin, sementara Semen Padang dan Persis Solo unggul jauh dengan total poin masing-masing 18 dan 15  poin.

“Saya berencana mundur saja kalau seperti ini, karena bahaya. Ini kami main di kandang sendiri, sudah tidak bisa mencetak gol dan cenderung selalu kebobolan. Ini bahaya, bagaimana jika tim ini nanti bermain diluar di kandang lawan,” katanya.

Ia akan menanyakan kepada pihak menejemen Persik Kendal, apakah akan mempertahankan dirinya sebagai pelatih atau mau ganti dengan pelatih lain. “Yang jelas saya disini ingin membawa perubahan bagi Persik Kendal. Tapi kondisinya justru seperti ini (selalu kalah, Red),”  tandasnya.

Jika dirinya dipertahankan, maka pihaknya akan meminta kepada menejemen untuk menambah jumlah pemain yang ada. Sebab jumlah yang ada saat ini sangat tidak mencukupi. Apalagi, dengan pola permainan yang cepat di Liga 2 ini, Persik Kendal selalu terseok-seok karena kehabisan tenaga.

Menanggapi hal tersebut, General Manajer (GM) Persik Kendal, Hermanurizal, mengaku tidak menyalahkan pelatih Eduard Tjong atas kekalahan laskar Bahurekso melawan Persis Solo beberapa kali main di Kandang.  “Kekalahan kemarin merupakan faktor keberuntungan semata karena saya lihat Persik kendal bermain baik mengimbangi Persis Solo,” akunya.

Pria yang disapa Hanung menambahkan bahwa pemikiran Eduard Tjong untuk berhenti merupakan bentuk tanggung jawabnya terhadap persik Kendal. “Mungkin Coach Edu merasa bersalah karena gagal meraih poin dalam dua laga kandang,” tuturnya.

Hanung yakin setiap permasalahan pasti ada solusi dan jalan keluar yang baik, “Pasti ada hal yang bisa diperbaiki seperti bongkar pasang pemain untuk mendapatkan formasi yang tepat untuk berlaga,” terangnya. (bud/bas)