CSSD Putus Mata Rantai Infeksi

429

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Lingkungan Rumah Sakit (RS) memiliki risiko tinggi dalam penyebaran infeksi. Sehingga pihak RS diminta bisa meminimalisir. Seperti yang dilakukan RSI Sultan Agung yang membentuk unit pencegahan perluasan infeksi.

“Rumah Sakit wajib meberi pelayanan dan perlindungan kepada pasien maupun keluarganya ketika berkunjung ke RS. Kami sendiri telah memiliki unit bernama Central Sterile Supply Department (CSSD),” kata Kepala CSSD RSI Sultan Agung, NS Siwi Damayanti, S.Kep dalam sesi hospital touring mahasiswa Farmasi Unissula, kemarin.

Siwi menambahkan bahwa CSSD merupakan tempat pelaksanaan proses sterilisasi dalam upaya pencegahan infeksi nosokomial, melalui kegiatan penerimaan, pencucian, pensterilan, penyimpanan dan pendistribusian semua alat instrumen yang memerlukan kondisi steril.

“CSSD itu merupakan tempat setelah dilakukan pemprosesan sehingga yang dikeluarkan itu menjadi netral kembali, sehingga tidak berbahaya bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut mahasiswa diperbolehkan melihat secara langsung proses sterilisasi di unit CSSD semisal linen, instrumen bedah, instrumen ganti balut, instrumen partus, alat kesehatan (probe USG, Couter, sirkuit ventilator), handscun, kasa, dan sebagainya.

“Dengan sterilisasi alat kesehatan tentunya akan menurunkan angka kejadian infeksi dan membantu mencegah serta menanggulangi infeksi yang diperoleh pada saat masuk RS. CSSD memutus mata rantai penularan infeksi dari peralatan dan bahan medis kepada pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan lingkungan RS,” imbuhnya. (hid/zal)