Bangun Sinergi Perangi Narkoba

311
SEMANGAT:  BNNK Batang mengajak segenap insan di pemerintahan Batang baik pejabat maupun pegwainya untuk turut dalam memerangi narkoba di Indoneseia. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMANGAT:  BNNK Batang mengajak segenap insan di pemerintahan Batang baik pejabat maupun pegwainya untuk turut dalam memerangi narkoba di Indoneseia. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Seluruh Pegawai di lingkungan Setda Kabupaten Batang, perwakilan Siswa-Siswi SMP di Kabupaten Batang, seluruh pegawai BNN Kabupaten Batang dan perwakilan Penggiat dan Relawan Anti Narkoba Kabupaten Batang menggelar Apel akbar dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2018. Momen ini, menjadi langkah bersama dalam memerangi narkoba baik di Batang maupun di Indonesia.

Pada apel tersebut dilaksanakan agenda penyematan pin kepada perwakilan relawan dan pegiat anti narkoba oleh bupati batang yang bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa BNN Kabupaten Batang telah meiliki kepanjangan tangan yang berasal dari instansi pemerintah, perusahaan swasta, kelompok masyarakat maupun di institusi pendidikan.

Selain menyematkan pin, bupati batang juga bekenan membuka selubung Papan Klinik Pratama Bina Sehat Mandiri BNN Kabupaten Batang sekaligus pemotongan pita dan pelepasan balon sebagai simbol diresmikannya klinik di BNN Kabupaten Batang.

“Selain apel, tadi juga sempat meresmikan klinik BNN Kabupaten Batang, yang sebelumnya telah memperoleh izin berdiri dan izin operasional dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batang,” jelas Ketua BNNK Batang Teguh Budi Santoso, Kamis (12/7).

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa pihaknya selama ini sering sosialisasi bahaya narkoba. Saat dirinya rutin mengajar di sekolah-sekolah khususnya SMP dan SMA di Batang.

Namun narkoba itu tidak mengenal muda atau tua karana banyak yang terjadi atau terlibat kasus narkoba.“Saya berharap kepada BNN Batang, bahwa rehabilitasi juga menjadi hal penting, dan perlunya sosialisasi-sosialisasi bahaya narkoba di sekolah-sekolah terus,” ujar Wihaji.

Untuk itu BNN dan Pemerintah untuk bekerjasama dengan organisasi perangkat daerah khususnya di bidang pendidikan untuk memberikan sosialisasi terkait bahaya narkoba baik di tingkat pelajar SMP dan SMA yang faktanya sedikit banyak ada kecenderungan untuk narkoba.

Juga, dalam mengatasi permasalahan Narkoba diperlukan strategi khusus, yaitu keseimbangan penanganan antara pendekatan penegakan hukum dan pendekatan kesehatan. Pendekatan penegakan hukum bertujuan untuk memutus mata rantai pemasok Narkoba mulai dari produsen sampai pada jaringan pengedarnya. Sedangkan pendekatan kesehatan bertujuan untuk memutus mata rantai para pengguna Narkoba melalui perawatan atau rehabilitasi. (han/bas)