Alarm Tanda Bahaya

PSIS Gagal Taklukkan 10 Pemain MU

610
DUEL: Pemain tengah PSIS Semarang, Ibrahim Conteh, berusaha merebut bola dari pemain bertahan Madura United, Fabiano Beltrame, Kamis (12/7). (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/RADAR SEMARANG)
DUEL: Pemain tengah PSIS Semarang, Ibrahim Conteh, berusaha merebut bola dari pemain bertahan Madura United, Fabiano Beltrame, Kamis (12/7). (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Hasil minor kembali diraih tim PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 1 2018. Haudi Abdillah dkk harus puas bermain imbang 0-0 atas Madura United (MU) di Stadion Moch Soebroto Magelang, Kamis (12/7) sore kemarin. Atas hasil tersebut, tim berjuluk Mahesa Jenar ini masih masih berkutat di zona degradasi, yakni peringkat 17 dengan raihan 15 poin hasil dari 4 kali menang 3 kali seri dan 8 kali kalah dari 15 laga yang telah dilakoni.

Jumlah poin tersebut sama dengan PSMS Medan yang masih menghuni posisi juru kunci setelah di matchday ke-15 kemarin takluk atas tamunya, Persipura Jayapura. Hasil kurang maksimal di kandang tersebut menjadi alarm tanda bahaya bagi Mahesa Jenar untuk segera bangkit di sisa laga dan bisa keluar dari zona degradasi.

Skuad asuhan coach Vincenzo Alberto Annese ini sebenarnya mengawali laga sore kemarin dengan cukup baik. Pelatih asal Italia itu juga sudah bisa memainkan Ibrahim Conteh yang berdampingan dengan M Yunus sebagai breaker. Petar Planic yang harus menjalani perawatan saat Mahesa Jenar tunduk 1-0 atas Persib juga bisa tampil meski harus menggunakan topeng pelindung hidung sepanjang laga.

Sebaliknya di kubu tim tamu, tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab tampil pincang. Bek kiri Beny Wahyudi harus absen lantaran hukuman akumulasi kartu. Midfielder andalan mereka, Slamet Nurcahyo juga baru bisa diturunkan di babak kedua karena sedang dalam kondisi yang tidak fit. Dengan kondisi tersebut, coach Gomes de Oliviera praktis hanya mengandalkan nama Zah Rahan dan Raphael Maitimo di tengah

Peluang pertama Mahesa Jenar diciptakan oleh sundulan Petar Planic yang menyambut umpan matang dari Bayu Nugroho. Jual beli serangan terus terjadi sepanjang babak pertama berlangsung,  namun tak ada gol yang mampu tercipta.

Madura United harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-62, karena bek Alfath Faathier harus diusir oleh wasit Mustafa Umarella setelah mendapat kartu kuning kedua. Namun sayang keunggulan jumlah pemain tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Mahesa Jenar. Haudi Abdillah dkk justru tampil bingung dan gagal menciptakan peluang di babak kedua. Alhasil skor kacamata bertahan hingga laga usai.

Pelatih PSIS Semarang,  Vincenzo Alberto Annese, mengaku sangat kecewa dengan hasil yang didapat timnya. Padahal setelah ini, PSIS akan kembali melakoni laga berat, yaitu laga tandang versus Persipura (18/7) dan laga kandang menjamu Persebaya (22/7) sebelum menutup putaran pertama.

“Kami berhasil menghasilkan sejumlah peluang, namun gagal mengonversikannya menjadi gol. Kami tahu butuh 3 poin untuk menjauh dari zona degradasi,  tapi inilah sepak bola,” kata pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

Ia menambahkan, para pemain mengalami kelelahan sejak pulang dari Bandung,  menempuh perjalanan darat membuat masa recovery para pemain sangat singkat.

Sementara itu,  pemain tengah Madura United, Raphael Maitimo, mengatakan, dengan kondisi tidak full team, Madura United harus puas berbagi angka dengan PSIS.”Ini laga yang sangat berat bagi kami, tapi kami puas dapat mencuri poin di markas PSIS Semarang,” ujarnya. (cr2/bas)