701 Jamaah Haji Berisiko Tinggi

251

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebanyak 701 jamaah haji dengan kategori risiko tinggi terkena penyakit akan diberangkatkan dari kloter Kota Semarang. Meski begitu Kementerian Agama Kota Semarang  memastikan ratusan jamaah tersebut sudah lolos tes kesehatan yang dilakukan secara bertahap.

“Untuk jumlah jamaah haji yang berisiko tinggi berusia 50-90 tahun. Kita sudah melakukan cek kesehatan dan semuanya dinyatakan sehat meski dari pemerintah tetap memberikan perhatian khusus selama mereka menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah,”kata Kepala Kementerian Agama Kota Semarang, Muhammad Habib, kemarin.

Habib menyatakan, pihaknya telah mengingatkan kepada para jamaah tersebut agar menjaga kondisi kesehatannya dengan baik supaya dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar. Bahkan pemerintah sendiri telah melarang jamaah yang kedapatan mengidap penyakit menahun seperti jantung dan ginjal.

“Karena Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tidak menerima jamaah yang melakukan cuci darah dan kalau ada pasti ditolak berangkat haji. Pasalnya alatnya itu mahal. Penyelenggara haji di sana pasti kerepotan menanganinya,” kata Habib.

Ada enam kloter (68-72) jamaah yang akan berangkat dari Kota Semarang. Sedangkan untuk kloter pertama akan berangkat pada 5 Agustus mendatang.

Terkait dengan ONH telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo bervariasi tergantung luasan wilayahnya. Tahun ini biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) sebesar Rp 31,8 juta sampai Rp 39,5 juta. Pemkot Semarang sudah sepakat akan membantu biaya operasional pemberangkatan haji dari berbagai kecamatan menuju Embarkasih Donohudan Boyolali.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Wilayah Kemenag Kota Semarang, Sumari mengatakan, ada 1.919 jamaah yang bertolak ke Tanah Suci. “Rinciannya ada 1.050 jamaah wanita serta 869 jamaah pria,” katanya. (hid/zal)