200 Pengguna SKTM Dicoret

119

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 200 Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) wilayah I dicoret dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMA/SMK.

Kepala BP2MK Wilayah I, Bagus Surjanto, saat ditemui di kantornya di kompleks Gedung Tarubudaya Ungaran mengatakan, jumlah tersebut dari semua wilayah cakupan kerjanya.

“Itu setelah kita lakukan berifikasi faktual ke rumah siswa peserta PPDB SMA/SMK dari Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, Kabupaten Grobogan, Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang,” kata Bagus kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (12/7).

Adapun jumlah keseluruhan SMA/SMK yang masuk dalam cakupan wilayah BP2MK sebanyak 38 SMK Negeri, 68 SMA Negeri serta 5 SLB Negeri. Untuk daya tampung SMA sebanyak 21.753 kursi, yang mendaftar dengan SKTM ada 3.290 siswa.

Daya tampung SMK sebanyak 16.966 kursi, yang mendaftar dengan SKTM ada 2.714 siswa. Setelah dilakukan verifikasi faktual di lokasi rumah tinggal siswa, untuk SMA dari 3.290 yang menggunakan SKTM, yang layak sebanyak 2 656 siswa. Sedangkan yang tidak layak 73 siswa.

Untuk siswa SMK dari 2.714 yang pakai SKTM, yang layak 2.587 siswa. Sisanya 127 siswa tidak layak. “Total yang kami coret ada 200 pengguna SKTM. Siswa yang dicoret ini, silakan mendaftar ke sekolah swasta,” katanya.

Semua peserta PPDB online yang menggunakan SKTM tersebut sudah terverifikasi. Selain itu, SKTM yang dikumpulkan memang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Di mana masih banyak orangtua siswa yang masuk kategori perekonomian mampu, namun tetap memaksa menggunakan SKTM. “Hasil verifikasi faktual di lapangan, 200 siswa yang menggunakan SKTM ini tidak layak. Sesuai perintah Pak Gubernur, kami lakukan pencoretan,” tegasnya.

Imbauan kepada orangtua siswa yang masuk kategori perekonomian mampu untuk tidak menggunakan SKTM memang sudah dilakukan sejak awal PPDB online dibuka. Namun, lanjutnya, hal itu tidak diindahkan oleh banyak orangtua.

Di sisi lain panitia PPDB online SMAN 2 Ungaran, mencoret satu yang mendaftar pakai SKTM. Pencoretan dilakukan setelah verifikasi faktual diketahui yang bersangkutan dari keluarga mampu.

Wakil Kepala (Waka) Kehumasan SMAN 2 Ungaran, Mashudi, mengatakan, total pendaftar di sini ada sekitar 600-an. Dari 600-an pendaftar, 98 menggunakan SKTM dan yang diterima ada 432 siswa.

“Yang diterima 432 terdiri atas MIPA ada 252 siswa, IPS ada 144 siswa, dan Bahasa ada 36 siswa. Dari 98 yang pakai SKTM, satu mengundurkan diri alias kita coret. Sekarang ini yang menggunakan SKTM ada 97 siswa,” beber Mashudi.

Adapun alasan pencoretan tersebut, kata Mashudi, pertama yang bersangkutan tidak sesuai realita kriteria SKTM. “Kedua, setelah mengetahui kalau terbukti, tidak sesuai riil orang miskin dan dicoret, yang bersangkutan lebih memilih mengundurkan diri. Dia mengundurkan diri setelah pendaftaran selesai sebelum pengumuman,” katanya. (ewb/aro)

Silakan beri komentar.