33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Setor Fee di Awal Agar Dapat Proyek

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Kalau nggak kasih uang dulu,  nggak dapat proyek. Memang jadinya pekerjaan nggak sesuai spek.

Saksi
Sulkan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Mantan Calon Bupati Kebumen Khayub Muhammad Lutfi, diduga menerima uang pelicin untuk memuluskan proyek. Hal tersebut terungkap dalam sidang pemeriksaan sejumlah saksi di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (11/7).

Para saksi yang diperiksa atas perkara dugaan suap yang diberikan Komisaris PT Karya Adi Kencana (PT KAK) untuk Bupati Kebumen nonaktif, Mohammad Yahya Fuad sebesar Rp 4,9 miliar itu, diantaranya; kontraktor atau pengusaha jasa kontruksi, Sulkan, Suwarno, Haryanto, Supriyadi Maksum dan dua lagi PNS yakni, Teguh Kristianto dan Edy Riyanto.

Dalam kasus dugaan korupsi proyek-proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016 tersebut, saksi Sulkan, yang juga pemilik PT Cahaya Mulya mengaku menyetor uang di awal ke terdakwa sebesar Rp 800 juta sekaligus, agar bisa memperoleh proyek ruas jalan. Atas pekerjaan itu, sekalipun sudah dipotong setoran ia mengaku masih memperoleh keuntungan 5 persen.

“Kalau nggak kasih uang dulu,  nggak dapat proyek. Memang jadinya pekerjaan nggak sesuai spek,” kata saksi Sulkan, saat dicecar Penuntut Umum (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia sendiri mengaku, mendapat pekerjaan proyek Jalan Wonosari, Gunungsari, dan Selogiri. Kemudian proyek dari ABPD untuk renovasi kantor BLK. Namun untuk proyek keduanya ia menyetor uang ke Zaini Miftah (Ketua PKB Kebumen) bersama 3 rekan lainnya yakni, Damar, Lukman dan Imron, sebesar Rp 110 juta.

Setoran itu, kata Sulkan, karena awalnya dijanjikan ada proyek DAK Pusat,  ternyata proyeknya tidak keluar, pihaknya pun menagih uang yang dierahkan agar dikembalikan. Namun akhirnya diganti proyek lain dengan pagu anggaran Rp 3,9 millar. Namun ia harus menambah setoran  lagi sebesar Rp 220 juta.

“Tapi sebagai gantinya untuk Damar nggak dapat apa-apa, Lukman dapat proyek pengairan pagu anggaran Rp 1,2 miliar. Kemudian Imron dapat proyek pengadaan air bersih dengan pagu anggaran Rp 400 jutaan,” bebernya.

Sementara itu, Suwarno mengaku menyetor Rp 150 juta langsung diberikan ke Khayub. Kemudian setor ke Ibung untuk proyek puskesmas Rp 150 juta. Sedangkan saksi, Haryanto mengaku menyetor Rp 70 juta ke terdakwa, dari nilai kontrak proyek Rp 980 jutaan.

“Jadi penawarannya seolah-olah banyak yang ajukan,  padahal di skenario sendiri,  karena perusahaan-perusahaan rata-rata milik sendiri,” kata Haryanto, juga diamini saksi Supriyadi Maksum, yang juga mengaku mendapat proyek anggaran Rp 5,5 miliar untuk pembangunan gor Prembun, kemudian ia menyetor sebesar Rp 250 juta.  (jks/zal)

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Sabtu-Minggu Dimaksimalkan untuk Keluarga

RADARSEMARANG.COM - Target pekerjaan yang tinggi membuat Ihwan harus menghabiskan waktu untuk bekerja. Tidak heran jika jam kerjanya tembus 12 jam sehari. Setiap Senin-Jumat,...

Jual 5 Ton Pisang per Hari

KAJEN - Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Minggu (14/5) mengunjungi Pasar Doro, yang terletak di sebelah Teminal Doro, Kecamatan Doro, untuk memantau langsung pedagang buah...

Lulus Tapi Pantang Corat-Coret

MAGELANG – Perayaan kelulusan SMK Citra Medika Kota Magelang patut ditiru. Selasa (2/5), usai pengumuman kelulusan, 110 siswa berjalan kaki dari sekolah menuju ke...

Toko Pramuka Prada Pratama Jadi Percontohan

DEMAK- Bupati Demak HM Natsir bersama Wabup Joko Sutanto dan Sekda Singgih Setyono MMR, kemarin, meresmikan toko pramuka prada pratama yang didirikan Kwaran Pramuka...

FWD Perkuat Pasar Bebas Ikhtiar

SEMARANG-Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk keuangan syariah, produk asuransi jiwa syariah menunjukkan tren yang prospektif. Karena itulah, PT FWD Life Indonesia (FWD Life) memperkuat...

Telkomsel Dorong Adopsi Mobile Banking

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA–Gencarkan penggunaan layanan mobile banking, khususnya berbasis layanan SMS, Telkomsel menggelar program Racing Weekend Banking. Program yang ditujukan bagi pengguna layanan SMS banking...