Semarang Sabet Dua Penghargaan Bidang Koperasi 

246
CAPAIAN : Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mewakili Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menerima penghargaan, tanda jasa bhakti Koperasi dan UKM tahun 2018 di Grantage Hotel, Lengkong Kulon Tangerang, Banten. (Ist)
CAPAIAN : Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mewakili Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menerima penghargaan, tanda jasa bhakti Koperasi dan UKM tahun 2018 di Grantage Hotel, Lengkong Kulon Tangerang, Banten. (Ist)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kota Semarang terus menunjukkan geliatnya sebagai kota yang berprestasi. Setelah beberapa waktu lalu, dinobatkan sebagai “Pelaksana Terbaik Lingkungan Bersih Sehat Tahun 2018” tingkat nasional dan meraih penghargaan Pakarti Utama I yang disematkan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi, Rabu (11/7), Pemkot Semarang yang diwakili oleh Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu kembali menerima penghargaan berupa Tanda Jasa Bhakti Koperasi dan UKM tahun 2018 dari Menteri Koperasi dan UKM serta Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2018.

Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen dan kepedulian Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Hendrar Prihadi di dalam upaya memajukan koperasi di Kota Semarang. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, di Grantage Hotel, Lengkong Kulon Tangerang, Banten.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM, penghargaan ini diberikan dalam rangka mendorong pertumbuhan dunia koperasi di Indonesia. Kota Semarang pun dinilai layak menerima penghargaan ini mengingat beberapa capaian positif di bidang koperasi. Diantaranya, perkembangan koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Semarang yang menunjukkan tren positif dan membanggakan dari segi kualitasnya. Hal ini dapat dilihat dari data yang ada, bahwa jumlah yang aktif dan produktif sejak kurun waktu 2014 sampai dengan  2016 meningkat cukup signifikan.

Jumlah Koperasi sampai dengan akhir Desember 2016 adalah sejumlah 778 koperasi dan hingga akhir tahun 2017 meningkat menjadi 801. Sedangkan jumlah UMKM sampai dengan Desember 2017 adalah sejumlah 11.078 UMKM yang juga telah memiliki IUMK (Ijin Usaha Mikro dan Kecil), dan telah menyerap tenaga kerja sejumlah 17.268 orang, dengan omset Rp 504.164.000.000,-

Tak hanya itu, inovasi program Kredit Wibawa yang mematok kredit pinjaman dengan bunga terringan yakni sebesar 3 persen per tahun serta iJus Melon yang memberikan kemudahan pengurusan izin usaha mikro dinilai mampu menghidupkan serta memberikan sumbangsih besar dalam penguatan koperasi di Kota Semarang. Terbukti sejak diluncurkan, Kredit Wibawa telah terealisasi sebesar 4.330.500.000, masing-masing 10 unit Koperasi dengan total realisasi 850.000.000 dan UKM sebanyak 563 unit dengan total realisasi 3.480.500.000.

Saat dikonfirmasi terkait penghargaan tersebut, Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan bukti kerja keras dari semua stakeholder dan tentunya ini menjadi motivasi bagi pihaknya dan Pemkot Semarang untuk dapat lebih meningkatkan kinerja pengembangan koperasi dan usaha mikro. “Meski penghargaan ini semata-mata bukan tujuan utama, melainkan kesejahteraan warga Kota Semarang yang lebih menjadi prioritas utama pembangunan,” ujarnya. (*/zal)