Sekolah Swasta Perpanjang Pendaftaran

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

RADARSEMARANG.COM – SEJUMLAH wali murid dan calon siswa SMA/SMK di Kota Semarang, rela menunggu pengumuman di sekolah-sekolah terkait, meski sudah diberitahukan pengumuman Rabu (11/7), paling lambat hingga pukul 23.59. Pihak sekolah sendiri masih menunggu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jateng, terkait keputusan akhir penerimaan calon peserta didik baru.

“Kalau pengumuman sih paling lambat pukul 23.59. Tadi sudah bertanya kepada guru, tapi masih menunggu keputusan dari Disdikbud. Makanya sampai sekarang belum dikasih pengumuman diterima atau tidak,” ujar Mala Hayati, salah satu siswa pendaftar SMKN 7 Semarang.

Salah satu orang tua wali murid, Nur Khasanah menyadari namun juga merasa kecewa dengan penundaan pengumuman tersebut karena masalah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang harus disurvei ulang. “Banyak SKTM yang bermasalah. Itu salah satu yang menghambat diumumkannya PPDB sampai saat ini (Rabu siang (11/7) kemarin, red). Kami yang kena imbasnya,” tandas Nur Khasanah.

Kalau pengumuman dirilis besok, agak terburu-buru jika terpaksa harus mendaftar di sekolah swasta. “Padahal pendaftaran sekolah swasta, kebanyakan besok sudah hari terakhir,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, di SMA Islam Sultan Agung sudah menerima 242 peserta didik baru dari kuota 360 siswa. “Sampai saat ini belum ada luapan pendaftar dari sekolah negeri, karena belum ada pengumuman resmi,” kata Humas SMA Islam Sultan Agung, Sonhaji. Meski demikian, ia berharap setelah pengumuman resmi keluar, akan ada luapan pendaftar dari siswa/siswi SMA/SMK yang belum diterima di sekolah negeri.

Erna Widyawati, salah satu guru SMA Islam Sultan Agung mengatakan pihak sekolah juga bekerja sama dengan SMA Negeri membuka stan pendaftaran untuk memudahkan calon peserta didik baru dalam proses pendaftara.

Demikian halnya dengan SMK Pelita Nusantara 1 Semarang, siap menerima luapan peserta didik baru dari sekolah negeri. Kuotanya 9 rombel dengan 324 siswa pada penerimaan peserta didik baru tahun ini.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Saeroji mengatakan bahwa tahun ini pendaftaran mengalami peningkatan di banding tahun sebelumnya. Sejak awal pembukaan pendaftaran Mei 2018 lalu, jumlah pendaftar sudah mencapai 4 kelas.
“Meski dibuka sebelum PPDB online, sudah ada yang daftar. Bahkan sudah sampai 4 kelas,” tegasnya.
Menurutnya, tingginya animo calon siswa baru yang mendaftar ke SMK swasta, karena sistem zonasi. “Mereka menyadari bahwa nilainya rendah, lebih memilih mendaftar ke SMK swasta yang jelas diterima,” imbuhnya.

Sedangkan SMA Kesatrian 1 Kota Semarang mulai membuka pendaftaran siswa baru hingga selesai PPDB Online sekolah negeri. Hal itu dilakukan untuk menampung calon peserta didik yang tidak diterima di sekolah negeri.

Wakil Kepala SMA Kesatrian 1 Bidang Humas, A Budiman menyatakan bahwa pihaknya belum bisa mengambil kebijakan sepenuhnya. Meski sudah membuka gelombang 1 mulai Januari lalu. Namun hingga saat ini, formulir yang sudah keluar sebanyak 335 lembar, baru 180 yang mengembalikan berkas. Padahal kuota yang disediakan sebanyak 324 kursi. “SMA Kesatrian 1 masih ada 144 kursi kosong untuk siswa baru hingga tahun ajaran baru dimulai,” ungkap A Budiman.

Karena itulah, jelasnya, SMA Kesatrian 1 membuka pendaftaran gelombang 2 yang akan dibuka setelah pengumuman sekolah negeri hingga Sabtu (14/7) mendatang. Selain itu SMA tersebut juga menerima pendaftar dengan jalur prestasi. “Hingga saat ini, sekolah telah menerima 3 pendaftar dari kejuaraan taekwondo, bulu tangkis dan silat tingkat nasional, ” imbuh Budiman.

Kendati begitu, SMA Kesatrian 1 sebenarnya mengalami peningkatan jumlah pendaftar dari tahun ke tahun. Sampai saat ini, sekolah tersebut membuka tiga jurusan, yakni MIPA, IPS serta Bahasa dan Budaya (BB). “Tahun lalu, yang paling banyak diminati jurusan MIPA,” ujarnya.

Demikian halnya dengan SMK Walisongo Semarang, baru ada 50 siswa yang melakukan daftar ulang dari target 160 siswa yang dibagi 5 rombel. Karena itu, pihaknya membuka pendaftaran hingga 14 Juli 2018. “Beberapa ada yang mendaftar langsung karena tidak memiliki SKTM untuk mendaftar di sekolah negeri,” ujar Ketua PPDB SMK Walisongo Semarang, Mulyo.

Kondisi serupa juga terjadi di SMP Walisongo Semarang, baru 71 siswa yang melakukan daftar ulang dari target 128 siswa baru. Jumlah ini berkurang dibanding tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 100 pendaftar.

Ketua Panitia PPDB SMP Walisongo Semarang, Wiwik Puji Astuti mengakui pendaftaran di SMP ini terkendala sistem zonasi yang berlaku di sekolah negeri. “Kalau biasanya nilai rata-rata 20 langsung mendaftar ke swasta, sekarang berkesempatan mendaftar di sekolah negeri. Jadi banyak yang mencoba ke negeri dan diterima,” ujarnya. (mg7/mg8/mg14/mg11/mg 9/mg 12/mg10/mg13/ida)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -